GERAKAN IMAM MARIA

(Suatu Penjelasan dan gambaran umum untuk dapat mengenal Gerakan Imam Maria dan Senakelnya selayang pandang)

 

 I.            Apa itu Gerakan Imam Maria (GIM) ?

1.            Buku “Our Lady Speaks To Her Beloves Priests” sebagai buku pegangan untuk penjelasan resmi tentang Gerakan Imam Maria saat ini, dan juga banyak brosur/leaflet serta surat-surat edaran para moderator/koordinator Nasional GIM  dari berbagai Negara, telah banyak memberikan penjelasan tentang Gerakan Imam Maria dan Doa Senakelnya.

Pastor Stefano Gobbi sebagai pendiri sekaligus Pimpinan Internasional gerakan ini, melalui banyak kesempatan retret dan latihan rohani dalam bentuk doa Senakel yang dipimpinnya di semua Negara yang dikunjunginya termasuk Indonesia tahun 1993 yang lalu, telah banyak pula secara langsung menjelaskan tentang gerakan ini khususnya sebagaimana pesan Bunda Maria sendiri tentang gerakan ini lewat lokusi-lokusi batin yang dia terima dari waktu ke waktu.

GIM adalah suatu gerakan rohani dalam Gereja Katolik saat ini, yang muncul dari kesadaran dan tanggungjawab para Imam sendiri maupun dari umat, terhadap kesucian hidup imamat para imam dalam berbagai aktivitas dan karya kerasulannya demi kehidupan dan perkembangan Gereja dan masyarakat serta komunitas kristiani. Hal ini sesuai dan sejalan dengan pesan-pesan ibu Maria, Ratu para Rasul, yang disampaikan lewat berbagai peristiwa penampakan di berbagai belahan dunia, khususnya yang disampaikan ibu Maria lewat lokusi batin yang didalami secara khusus dan luar biasa oleh Don Stefano Gobbi dan ditulis dalam buku “Our lady Speaks To Her Beloved Priests” Buku ini banyak membantu kita untuk lebih mengenal asal-usul GIM, cara menjadi anggota GIM, bagaimana penyebaran GIM, dan terutama mengerti pesan-pesan Ibu Maria sendiri yang telah disampaikan bagi para Imamnya lewat lokusi yang diterima Don Stefano Gobbi. Ibu Maria menghendaki agar para Imam dan umat beriman bersatu dalam Gerakan Imam Maria dan berdoa Senakel.

2.            Doa Renzo Del Fante, (salah seorang mantan Pembimbing Rohani Pastor Gobbi), penyusun dan penulis  buku pegangan GIM “Pesan Bunda Maria Kepada Para Imamnya” menjelaskan tentang Gerakan Imam Maria (Movi,emto Sacerdotale Mariano) sebagai berikut : “Bagiku, GIM adalah seumpama biji kecil yang ditanam Ibu Maria di kebun Gereja.” Dalam waktu yang relatif singkat, biji itu telah tumbuh menjadi sebatang pohon. Dalam hal ini, Ibu Maria dan Gereja, dengan tanpa keraguan mengulurkan tangan kepada para beriman, terutama para Imam. GIM merupakan hadiah Ibu Maria bagi Gereja yaitu anak-anaknya.

3.            Lebih lanjut, buku pegangan GIM menjelaskan tentang gerakan ini dengan menguatkan kembali tentang kesaksian dari Pastor Gobbi sendiri. Jelas juga karya ini menggunakan sarana tertentu, diantaranya ialah Don Stefano Gobbi yang istimewa itu. Kesaksian Pastor Gobbi : “Saya seolah-olah mendengar kembali ucapan mashur dari St. Paulus : ”Allah telah memilih yang lemah dari dunia ini…….” Salah satu dari lokusi itu berbunyi demikian : “Aku telah memilih kamu, karena kamu adalah alat yang tepat. Jadi tak ada orang yang akan mengatakan bahwa ini adalah karyamu. GIM haruslah merupakan karyaku sendiri. Melalui kelemahanmu aku akan menyatakan kekuatanku. Melalui ketidakberdayaanmu aku akan menyatakan kuasaku.”

Hendaknya GIM menjadi suatu gerakan yang dipuji bukan karena banyak status dan pimpinan, atau karena digerakkan oleh Imam dan beberapa tokoh kuat, melainkan lebih karena suatu “semangat”, sebagaimana secara intuisi dirasakan juga oleh Paus Yohanes Paulus II. Bagi Imam-imam, mempercayakan diri kepada Ibu Maria, berarti semakin peka dan sadar akan penyerahan diri yang sudah diberikan oleh Allah dan dibuat untuk Allah sendiri.

  GIM  adalah suatu gerakan yang terbuka bagi setiap Imam, tanpa membedakan umur ataupun kedudukan. Beberapa Imam sudah merasakan manfaat yang besar dari gerakan ini karena merasa memperoleh semangat dan kegembiraan baru. Melalui gerakan ini sejumlah Imam juga berhasil merefleksikan masa silam hidup pribadinya yang negatif dan karya kerasulannya yang kurang berhasil serta mencoba bangkit darinya.

Hati Ibu Maria diperuntukkan bagi semua anaknya. Tangannya menerima dan mempersatukan semua Imam tanpa perkecualian. Ia memperkenalkan dirinya secara terbuka bagi semua orang : “Apa yang kukatakan kepadamu, anakku, bukanlah bagimu sendiri, melainkan bagi semua Imam yang kucintai secara istimewa….” Semuanya diundang dan semuanya diberi kebebasan untuk menjawab.

 

II.            Latarbelakang tmbulnya Gerakan Imam Maria dan perkembangannya

1.            Sejak 1973, mulai dalam Kapel Apparitions di Fatima, dan sampai sekarang dibanyak tempat lainnya di berbagai belahan bumi ini malahan di Indonesia, Don Stefano Gobbi telah mendapat secara istimewa pembicaraan dan pesan-pesan khusus Ibu Maria lewat lokusi yang disampaikan secara bertahap, dan ditujukan oleh Ibu Maria, kepada para putera yang dikasihinya secara istimewa, yaitu para Imam. (Cfr. Buku Our Lady Speaks To Her Beloved Priests). Lewat pesan Ibu Maria kepada para Imamnya itu, beliau menghendaki terbentuknya gerakan ini yaitu agar para Imam dan umat beriman secara tetap bersatu dalam Gerakan Imam Maria ini, dan dalam kegiatan khususnya yaitu Doa Senakel.

2.            Pada berbagai kesempatan Ibu Maria menampakkan diri, beliau selalu meyampaikan banyak pesan dan permintaan kepada manusia. Permohonan khusus agar berdoa Rosario untuk empat intensi :

§        Berdoa untuk bertobatnya orang-orang berdosa, dan supaya manusia menlajani hidup yang baik di dunia ini.

§        Berdoa untuk perrtobatan orang komunis (di Rusia)

§        Berdoa untuk kekudusan semua keluarga Katolik

§        Berdoa bagi kekudusan para Imam dan pertumbuhan yang subur benih panggilan hidup rohani dalam Gereja.

3.            Dokumen Konsili Vatikan II, P.O.no.9, alinea terakhir menegaskan dan sekaligus mengajak kaum beriman agar mereka turut bertanggungjawab serta mendukung kehidupan para Imamnya. Hal ini terlebih diminta dan diharapkan dari keluarga dekat para Uskup-Imam-Biarawan/ti, dan para seminaris. Tugas para umat beiman ialah : taat, solider, dan berdoa.

4.            Situasi perkembangan dunia dan era globalisasi

§        Kemajuan-kemajuan dunia dalam berbagai bidang kehidupan akan mempengaruhi dan mendesak kehidupan rohani dan nilai-nilai rohani dari perhatian manusia modern

§        Ancaman-ancaman terhadap kehidupan Gereja Katolik oleh banyak pihak yang sengaja mengadu domba dan merusak nilai-nilai utama dalam kehidupan Gereja Katolik.

§        Hidup keluarga dalam jaman modern yang selalu tertanggu dengan kemajuan jaman.

5.            Pesan Ibu Maria kepada para Imam Indonesia (Imam GIM) melalui lokusi batin Pastor Stefano Gobbi, di Cisarua Bogor, bulan Oktober 1993 yang lalu. Pesan ini menekankan pula tentang perlunya para Imam dan umat beriman untuk ikut serta menyebarluaskan Gerakan Imamm Maria dengan kelompok doa Senakelnya ke seluruh Nusantara.

 

 III.      Tujuan Gerakan Imam Maria

1.            Mengajak dan menggugah para Imam dan segenap umat beriman untuk mempersembahkan dan selalu memperbaharui penyerahan diri kepada Hati Kudus Yesus Yang Mahakudus dan Hati Maria Yang Tak Bernoda. Menghayati dengan sungguh-sunggguh penyerahan diri kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda, yang membimbing kita menuju penyerahan total kepada Hati Yesus Yang Mahakudus.

2.                                                                        mengingatkan dan menggugah kembali kesadaran dalam diri para Imam dan umat beriman awam akan pentingnya ketaatan dan persatuan dengan Bapak Suci. Hal ini juga mengacu kepada ketaatan terhadap segala pokok-pokok penting ajaran Gereja, untuk diketahui dan dihayati secara benar; ketaatan kepada Hirarki, ketaatan dan kesetiaan kepada pembesar Gereja, Superior Biara/Tarekatnya, kepada Uskup, terus-menerus dikembangkan dan diperbaharui, dalam hubungan dengan Sri Paus serta Gereja yang bersatu dengan beliau.

3.            menghimpun dan membawa sebanyak mungkin para umat beriman kepada suatu devosi yang lebih hidup dan benar kepada Ibu Maria, melalui kegiatan Gerakan Imam Maria, dalam doa Senakel. Hal ini mengacu kepada suatu ajakan dn himbauan bagi para Imam agar sungguh-sungguh menghayati imamatnya secara baik dan bai para umat beriman agar menjalani hidup sebagai orang Katolik yang baik, sesuai dengan harapan Hati Yesus Yang Mahakudus.

 

Maksud Gerakan ini

·  Melalui gerakan ini Ibu Maria mau menarik par Imam dan kaum beriman dalam rangkulannya. Sekali mereka tertarik kepada Hati Ibu Maria, maka mereka akan dihantar kepada keakraban dengan Hati Yesus Yang Mahakudus untuk hidup di dalam tubuh Mistik Yesus sendiri yyaitu Gereja-Nya.

·  Melalui gerakan ini Ibu Maria mau mempersiapkan kejayaan Hati Maria Yang Tak Bernoda di masa mendatang, di mana semua orang akan tertarik ke dalam perlindungan dan bimbingan yang istimewa dan penuh kasih dari hati Maria Yang Tak Bernoda, dan dengan demikian semua orang akan dihantar untuk bersatu dengan Yesus sendiri.

·  Jaman sekarang ini, di mana dunia penuh dengan dosa, kejahatan, penghianatan, kekerasan, mkmurtatan, kesombongan, peperangan, percabulan, permusuhan dan sebagainya, sebagai akibat pengarus kuasa setan yang mau menghancurkan Gereja Kristus, dengan menyerang wewenang mengajar Sri Paus, menyelusup ke dalam jantung Gereja yaitu para Uskup dan Imam; maka Ibu Maria mau melindungi Gereja, melindungi Sri Paus, para Uskup dan Imam terhadap serangan sean dan kuasa kegelapan. Ibu Maria sebagai ibu rohani mau melindungi Gerejanya dan segenap umat beriman, melalui berbagai Gerejanya dan segenap umat beriman, melalui berbagai ujud pesan-pesannya lewat pastor Stefano Gobbi, dalam Gerakan Imam Maria dan Senakelnya

 

IV . Perkembangan Gerakan Imam Maria dari waktu ke waktu, sejak awal sampai sekarang

 

·              Gerakan Imam Maria dimulai di Fatima tahun 1973, sebagai satu benih kecil yang ditabur oleh Ibu Maria sendiri dalam kebun Gerejanya, ketika Ibu Maria mulai menyampaikan pesan-pesannya kepada para Imam lewat lokusi yang diterima Don Stefano Gobbi untuk pertama kalinya. Sejak saat itu mentaati pesan Ibu Maria, Pastor Gobbi mulai berdoa dengan beberaoa Imam, dengan demikian terbentuklah Senakel pertama kalinya sesuai dengan pesan Ibu Maria sendiri.

   Berbagai ujud khusus Gerakan Imam Maria, yaitu untuk kepentingan para Imam dipersembahkan dalam Senakel ini. Maka olehkarena itu Gerajan ini pada mulanya timbul dan berkembang sebagai satu ungkapan/perwujudan rasa solidaritas ronahi diantara para imam sendiri: Doa oleh Imam dan untuk sesama Imam.

Perkumpulan doa ini disebut Doa Senakel; karena dijiwai oleh semangat dan nilai-nilai utama dari Senakel Yerusalem dahulu. Senakel dari kata latin Caenaculum) yang berarti Ruang Makan di Loteng, di mana para murid bersama Ibu Maria berdoa bersama-sama sehati dan sejiwa menantikan turunnya Allah Roh Kudus pada Hari Pentakosta.

·              Dengan doa Senakel Gerakan Imam Maria ini, para Imam secara berkala berkumpul untuk berdoa, saling mengaku dosa dalam kasih persaudaraan sehati sejiwa, saling mendoakan, saling meneguhkan, untuk kesuciaan hidup imamat masing-masing, untuk panggilan, untuk persatuan Gereja, untuk Paroki dan Keuskupannya, untuk Sri Paus, para Uskup, untuk umatnya sendiri, ataupun ujud-ujud lain yang berkaitan dengan segala tugas-tugas dan hidup imamatnya (Intercessory Prayer)

·              Pada mulanya sesuai dengan keinginan dan pesan Ibu Maria sendiri, Gerakan Imam Maria mempunyai tujuan dan ujud-ujud dan cirri khusus antara lain : berdoa untuk pemulihan dan silih terhadap Hati Maria yang Tak Bernoda, berdoa bagi Bapak Suci dan persatuan dengan Gereja, berdoa untuk perkembangan devosi yang benar kepada Ibu Maria serta mempersembahkan hidup dan karya kerasulan para Imam kepada Hati Marua Yang Tak Bernoda, dan kepada HAti Yesus Yang Mahakudus. Dalam perkembangan selanjutnya, GIM dan doa  Senakel ini juga berkembang dan meningkat dalam ujud dan intensinya, di mana doa-doanya selain untuk para Imam, juga untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan Gereja, untuk para Biarawan/ti untuk bertumbuh suburnya benuh panggilan rohani dalam Gereja Katolik.

·              Maka dalam perkembangan selanjutnya, berdasarkan pesan khusus Bunda Maria, GIM tidak hanya merupakan perkumpulan doa bagi para Imam saja, tetapi juga berkembang dan sangat terbuka kesempatan, malahan secara khusus melibatkan secara aktif para umat beriman awam di dalamnya. Di banyak Negara, Keuskupan dan paroki-paroki, kelompok doa Senakel yang berkembang justru adalah karena keterlibatan dan tanggungjawab awam amat besar di dalamnya. Sampai saat ini, kelompok doa Senakel terdapat di Jawa terbanyak keanggotaaan adalah para awam, ketimbang para Imam sendiri. Satu hal yang khusus terdapat pada kelompok doa Senakel GIM di Flores dan Timor (NUSRA), keanggotaannya lebih banyak dari kalangan keluarga dekat dari para Uskup, Imam, Biarawan/ti dan keluarga dari para Seminaris.

·              Dengan keanggotaan dan pengikut GIM yang semakin bertambah, gerakan ini telah tersebar di banyak Negara di lima benua besar di dunia, bersamaa dengan tersebar luasnya buku pegangan gerakan ini yang berjudul ”Our Lady Speaks To Her Beloved Priests” – “Pesan Bunda Maria kepada para Imam-Nya”……dengan buku acara doa Senakel GIM yang menjadi buku doa dan pegangan tetap bagi para angota dengan disertai pula kartu anggota GIM bagi para anggotanya. Buku pegangan ini telah pula diterjemahkan ke dalam bermacam-macam bahasa di dunia, termasuk ke dalam bahasa Indonesia yang kemudian disetujui penyebarannya dan pemakaiaannya (Imprimatur) oleh Uskup Ruteng. Sampai saat ini di seluruh dunia tercatat 10 juta lebih umat beriman awam yang menjadi anggota gerakan ini, dan didukung pula kurang lebih 5.000 Imam, ratusan Uskup.

·              Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir ini Gerakan Imam Maria dan puluhan kelompok doa Senakelnya dapat dinilai telah berkembang dengan cukup baik dan mantap, khususnya di beberapa PAroki dalam Keuskupan Agung Jakarta. Banyak umat awam, dan para Imam, Biarawan/ti terlibat aktif di dalamnya. Setelah Jakarta berkembang pula beberapa Keuskupan lain di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa. Secara khusus berkembang pula dengan baik pada beberapa Keuskupan di Flores dan Timor.

 

V.           Gerakan Imam Maria sebagai suatu organisasi rohani dan kelompok doa

·              Gerakan Imam Maria sejak awal oleh Ibu Maria melalui Don Stefano Gobbi ditekankan untuk berkembang bukan sebagai suatu organisasi dengan suatu pengakuan yuridis khusus, dengan anggaran dasar dengan lambing organisasi yang khusus dengan berbagai persyaratan;……..tetapi gerakan ini merupakan suatu gerakan rohani dalam Gereja Katolik, yang mengkhususkan diri dalam kerasulan doa, dengan berbagai ujud khusus :

o             Untuk Bapa Suci dengan berbagai tugas dan tanggungjawabnya dalam menggembalakan Gereja dan sebagai wakil Kristus di dunia ini.

o             Untuk kepentingan hidup dan karya kerasulan para Imam, para Uskup, para Biarawan/ti dan para calon Imam.

o             Untuk bertumbuh suburnya benih panggilan hidup rohani dalam Gereja.

o             Bagi tugas-tugas dan karya Gereja (khususnya yang berkaitan dengan tugas dan pelayanan para Imam).

·              GIM sebagai satu kelompok doa yaitu doa Senakel GIM, meminta dari para anggotanya untuk coba mentaati beberapa ketentuan :

 

1.            Tugas kerasulan doa “Doa Senakel” sebagai tugas pokok dan utama

o             Semua anggota GIM hendaknya tetap bersekutu dan berkumpul dalam acara doa Senakel GIM, yang secara berkla diadakan. Setiap anggota GIM adlaah juga kelompok doa Senakel. Pertemuan doa Senakel, sebaiknya diadakan setiap bulan sekali, pada hari Sabtu pertama bulan (Sabtu Imam). Namun bisa situasi dan kondisi tidak memungkinkan boleh ditentukan hari lain yang lebih sesuai.

o             Setiap anggota sebaiknya juga memiliki bukudoa GIM, Rosario dan buku pegangan GIM “Pesan Bunda Maria kepada para Imamnya” Kitab Suci diperlukan terutama bila diadakan Misa GIM sesuadah Doa Senakel, dan bila doa Raosaio dalam Senakel diselingi dengan renungan dengan ayat-ayat dari Kitab Suci. Setiap anggota Senakel GIM hendaknya menyadari bahwa buku pegangan utama ialah Buku Pegangan Pesan Bunda Maria kepada Imamnya dan Kitab Suci (Alkitab)

o             Acara doa Senakel GIM, hendaknya mengikuti petunjuk dalam buku doa GIM (buku tipis). Bagi kelompok doa Senakel yang baru hendaknya perlu diberikan penjelasan khusus tentang acara doa Senakel GIM. Selain mengikuti secara tetap doa Senakel, setiap anggota juga tetap mendoakan doa Senakel itu dalam keluarga/komunitas masing-masing. Sehingga tiap hari kita tetap juga bersekutu dalam Senakel keluarga, Senakel Komunitas, Senakel Pastoran, dsbnya. Acara doa Senakel keluarga, biasanya tanpa pentahtaan sakramen, dan dapat diatur lebih singkat namun tidaklah mengurangi hal-hal penting di dalam tuntutan utama satu Senakel.

o             Bagi para anggota secara pribadi juga tetap berdoa (doa wajib) seperti dalam kartu anggota, yaitu doa persembahan kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda, tiap hari pagi atau sore/malam sebelum tidur.

o             Dalam doa Senakel bersama keluarga-pribadi hendaknya intensi-intensi GIM sealu didoakan khusus.

o             Tiap kelompok doa senakel, juga dapat mengupayakan jebis doa-doa khusus lainnya selain yang tersedia dalam teks doa GIM, misalnya doa untuk Bapak Suci, para Uskup, dan para Imam, doa untuk panggilan hidup rohani, dsbnya.

o             Bila mungkin, secara tetap diatur bervariasi agar selalu ada misa bersama bagi anggota GIM dan berbagai kegiatan rohani lainnya seperti retret atau rekoleksi GIM, kebangunan rohani Maria dalam gaya dan roh GIM, ziarah GIM, seminar Maria, dll.

o             Terlibat/membantu berbagai kerasulan doa khusus dalam paroki atau Dekanat/Keuskupan dimana GIM dengan sifat khususnya dapat membangun.

o             Satu hal penting yang juga perlu disadari oleh para anggota ialah bahwa Senakel bagi kita merupakan suatu undangan untuk berdoa, dengan meneladani/mencontohu Senakel Yerusalem. Ibu Maria mengajak kita agar mengambil dan meresapi jiwa dan semangat Senakel sederhana dan praktis, sesuai dengan apa yang banyak dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas para pengurus Senakel dan aktivitas GIM, dan dapat membantu pemahaman yang lebih mendalam tentang Gerakan Imam Maria bagi para anggota Senakel, seperti tentang; maksud dan tujuan gerakan ini, sifat khas gerakan ini, tugas dan kewajiban para anggotanya, struktur kepengurusan secara sederhana di tingkat paroki, dan sebagainya. Brosur ini sengaja tidak kami lengkapi dengan doa Senakel dan doa-doa serta lagu-lagu khusus lainnya, karena hal itu telah terdapat dalam buku khusus doa Senakel GIM.

Pesan Ibu Maria, pada latihan rohani dalam bentuk Senakel dengan para Imam GIM se-Indonesia, lewat lokusi batin Don Stefano Gobbi di Cisarua-Bogor, 21 Okt 1993 : “………..Keluarlah dari Senakel ini dalam sukacita, pulanglah ke rumahmu masing-masing dalam damai, dan hendaklah kamu menjadi rasul-rasul dari gerakanku ini, di seluruh pelosok Nusantara yang sangat luas ini……..” Sepenggal kecil dari pesan Ibu Mari ini, telah pula menjadi dasar inspirasi bagi kita, sekaligus telah pula mempunyai daya dorong yang amat kuat bagi kami, dan saya yakin juga akan menggugah anda untuk dapat menjadi rasul-rasul gerakan ini ke seluruh Indonesia.

Kami menyampaikan rasa terima kasih kami kepada semua pihak, yang telah membantu MCI, dalam penyusunan brosur sederhana ini sejak awal sampai dengan pencetakannya. Semoga Yesus dan Ibu Maria tetap dan senantiasa membantu serta memberkati kita semua lewat gerakan ini, sehingga bermanfaat bagi Gereja Katolik Indonesia.

 

Jakarta, Desember 2000

Romo Yosef Tarong, Pr

Moderator Marian Centre Indonesia


 

Pertemuan seluruh anggota Senakel di Bogor 1x sebulan,
setiap Sabtu pertama dari bulan. Tempat di kapel
Seminari (Kathedral), mulai jam 8:00 pagi.

Mengenai doa Senakel ini dapat hubungi Paroki
BMV Kathedral & Paroki St. Fransiskus, Sukasari