Demikian kata kata pembukaan dari Mgr. Michael
Angkur, OFM, Uskup Bogor, yang memimpin Perayaan Ekaristi Kudus
Karismatik Katolik pada hari Minggu Biasa III tangga1 21 Januari
2007.
Upacara Perayaan Ekaristi Karismatik Katolik
berlangsung secara konselebrasi oleh Bapak Uskup Mgr. Michael Angkur,
OFM didampingi oleh Romo Benyamin Sudarto, Pr selaku Romo Paroki
Katedral Bogor dan Romo Sumardiyo, Pr selaku Moderator Pelayanan
Karismatik Keuskupan Bogor.
Upacara Perayaan Ekaristi Karismatik Katolik yang
baru pertama kali dilaksanakan ini serempak dihadiri oleh 14
kelompok Karismatik Katolik yang ada di Keuskupan Bogor dan
berlangsung dalam suasana yang khidmat namun meriah. Kemeriahan ini
nampak dalam lagu-lagu yang dinyanyikan penuh semangat dan sesekali
disertai tepuk tangan, lambaian tangan, tanpa mengurangi suasana
kekhusukan selama Perayaan Ekaristi berlangsung.
Perayaan Ekaristi Karismatik Katolik berlangsung
seperti Perayaan Ekaristi pada hari Minggu, namun pada bagian
tertentu seperti nyanyian-nyanyian diambil dari lagu-lagu Karismatik
yang sudah dikenal oleh umat yang menjadi anggota/peserta Karismatik
yang tersebar di berbagai paroki di Keuskupan Bogor.
Sedangkan Doa Pembukaan, Bacaan Pertama, Bacaan
Kedua, Injil, Doa Persembahan, dan Doa Penutup diambil dari lembaran
Misa hari Minggu. Termasuk juga Doa Syukur Agung, Konsekrasi dan
lain-lain yang biasa dilakukan pada Perayaan Ekaristi umum, tetap
dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi Karismatik Katolik.
Yang unik dan menarik dari Perayaan Ekaristi ini
adalah adanya kesaksian dari 3 orang anggota Karismatik yang
mewakili 3 Persekutuan Doa Karismatik yang ada di Keuskupan Bogor.
Setelah 3 kesaksian itu selesai, Bapak Uskup menyampaikan khotbahnya.
Dalam khotbahnya Mgr. Michael Angkur, OFM
mengatakan bahwa bila kita menghayati iman kita pada Kristus dengan
sungguh- sungguh maka kita dapat memberi kesaksian tentang Tuhan
kepada sesama kita yang seiman, khususnya di kalangan peserta
Karismatik, maupun kepada sesama kita yang lain. Oleh karena itu,
mari kita ikut Persekutuan Doa, agar iman kita dapat bertambah lewat
kesaksian yang kita dengar dan kita lihat di saat ada rekan kita
yang sudah menjadi anggota Karismatik memberi kesaksian. Jika kita
menguatkan iman kepada Allah, hal ini memungkinkan kita untuk
berubah dari kehidupan yang lama menuju kehidupan yang baru. Dengan
kekuatan doa kita akan dihantar oleh Roh Kudus, untuk bertahan dalam
iman dan mengarahkan kita ke dalam pertobatan diri, agar kita dapat
datang pada Allah.
Sebagai peserta Karismatik, kita berdasar pada
doa, penghayatan Firman dan kepedulian terhadap sesama kita. Kita
tidak hanya berdoa dan menghayati Firman saja tapi juga
mempraktekkan apa yang kita hayati dari Firman Allah yang telah kita
dengar terhadap sesama kita yang membutuhkan kekuatan batin lewat
doa, juga hal lainnya adalah saling tolong menolong dalam
pelaksanaan program-program Persekutuan Doa yang ada agar dapat
berjalan sesuai yang diharapkan.
Akhirnya jadikan Firman Allah itu sebagai pelita
hidup kita karena Sabda Allah adalah Roh dan kehidupan kita,
khususnya bagi para peserta Karismatik. Bertahanlah dalam iman
kepada Tuhan. Beritahukanlah kepada sesama kita yang saat ini tidak
hadir dalam Upacara Ekaristi ini bahwa Roh Allah selalu hadir di
hati kita bila kita menerimanya dengan keterbukaan hati.
Upacara Ekaristi yang merupakan kerjasama antara
Keuskupan Bogor dengan Badan Pelayanan Keuskupan Pembaharuan
Karismatik Katolik Keuskupan Bogor ini berlangsung selama 2 jam.
Umat yang hadir, membawa pulang ke rumah, kesan indah dan mendalam
serta berkat melimpah dari Roh Kudus dari Perayaan Ekaristi
Karismatik Katolik yang telah diikuti.