Home  
 
Media Komunikasi Keuskupan Bogor - M E K A R - Edisi Januari - Maret 2009
 


PESTA INTAN 75 TAHUN
GEREJA KATOLIK DI LEBAK, BANTEN


Kebanyakan orang masih asing bila mendengar nama Kabupaten Lebak, apalagi bagi orang-orang Katolik, rasanya mereka tidak akan langsung percaya bahwa ternyata di Lebak, Banten Gereja Katolik sudah berkarya selama 75 tahun.

Sejarah Singkat

Sebelum tahun 1929 daerah Banten hanya dikunjungi oleh Pastor-pastor Yesuit dari Jakarta. Tak lama kemudian Vikaris Jendral Jakarta mempercayakan lahan Banten kepada para Pastor Fransiskan. Berkat kerja keras para “Pendekar Gereja” yang berjubah coklat itulah, warta keselamatan mulai bergaung di daerah yang terkenal keras dan agak tertutup ini. Dimulai dari kerjasama yang baik antara para Pastor Fransiskan (HH. Luther, OFM) dengan suster-suster Fransiskan Missionaris Maria (FMM) dan Persatuan Pengusaha Perkebunan Lebak yang di pimpin oleh Tuan Van Leeuwen, maka berdirilah sebuah Rumah Sakit mungil dan sederhana yang sekarang telah menjelma menjadi sebuah Rumah Sakit, yang dikenal dengan nama “Rumah Sakit MISI Lebak” di Kota Rangkasbitung.

Berawal dari rumah sakit ini yang dikelola oleh para suster, maka timbul suatu kebutuhan akan sebuah tempat untuk berdoa bagi para suster tersebut. Pada tanggal 19 Desember 1933, berdirilah sebuah kapel yang menjadi cikal bakal “Gereja St. Maria Tak Bernoda.”
Setelah Rumah Sakit MISI dan Gereja berdiri, kemudian dibukalah pelayanan di bidang pendidikan yaitu TK, SD dan SMP Mardi Yuana serta AKPER Yatna Yuana. Mulai tahun 1980-an Paroki St. Maria Tak Bernoda pengelolaannya dipercayakan kepada para Pastor Diosesan dari Keuskupan Bogor. Hingga saat ini perkembangan umat Katolik pada tahun 2008 jumlah umatnya 1.190 jiwa yang tersebar di 3 (tiga) Stasi dan 7 (tujuh) Lingkungan.

Misa Syukur

Persiapan perayaan Pesta Intan 75 tahun Paroki St. Maria Tak Bernoda telah dilakukan sejak 1 (satu) tahun sebelumnya. Pengurus Dewan Paroki St. Maria Tak Bernoda Rangkasbitung telah membentuk susunan kepanitian dan sebagai Ketua Panitia adalah Bapak Agustinus Sumarwanto, S.Pd.

“Satu Hati Dalam Persaudaraan Sejati” adalah tema yang diusung dalam Perayaan Pesta Intan ini. Hal ini dirasakan sangat cocok dengan situasi, kondisi dan tantangan Gereja Katolik Lebak pada masa kini dan masa datang. Dengan dijiwai tema tersebut maka disusunlah serangkaian acara mulai dari: Aksi Sosial berupa pemberian sembako kepada sebuah Pesantren di Pandeglang; Seminar sehari “Pengelolaan Lingkungan Hidup”; Jalan Santai keliling Kota Rangkasbitung; hingga berbagai pertandingan olah raga serta berbagai macam permainan yang melibatkan seluruh unsur umat baik Lingkungan dan Stasi serta Gereja Kristen maupun masyarakat sekitarnya.

Sebagai puncak acara adalah Misa Syukur pada tanggal 11 Desember 2008, pukul 17.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM didampingi Pastor Paroki RD Yustinus Dwi Karyanto, RD Marselinus Wahyu Dwi Harjanto serta dua Pastor yang berasal dari Paroki Rangkasbitung yaitu RD Antonius Dwi Haryanto dan RD Robertus Eeng Gunawan. Gedung gereja terasa sesak dipenuhi oleh umat dari Lingkungan dan Stasi, disamping itu rupanya panitia pun mengundang para pastor yang berkarya di Keuskupan Bogor. Dalam kotbahnya Bapak Uskup berpesan agar umat Paroki St. Maria Tak Bernoda Rangkasbitung senantiasa dapat belajar dari para pendahulunya yang telah merintis karya Gereja di wilayah Lebak, dan beliau pun mengingatkan agar karya-karya Gereja, Rumah Sakit dan Pendidikan harus dapat dirasakan oleh masyarakat Lebak terutama kaum yang lemah.

Perayaan Yang Menyatukan Umat

Usai Perayaan Ekaristi yang cukup meriah, acara diteruskan dengan pesta dan ramah tamah yang dilangsungkan di Aula St. Yosefin yang ada di area pastoran paroki St. Maria Tak Bernoda Rangkasbitung. Acara dimeriahkan oleh DrumBand dari SD Mardi Yuana Rangkasbitung, band Mudika dan sajian kesenian lainnya yang cukup menghibur, serta tidak lupa doorprize dan pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan. Pesta terasa istimewa karena dihadiri oleh Bapak Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya beserta rombongan MUSPIDA Kabupaten Lebak, juga para undangan dari gereja-gereja Kristen, tokoh-tokoh agama Budha dan Islam serta tokoh-tokoh masyarakat Lebak. Suasana akrab dan kompak sangat terasa terpancar dari kebersamaan para tamu yang hadir pada acara tersebut. Tidak ketinggalan hadir pula Bapak KAKANWIL Departemen Agama Provinsi Banten Bapak Stanislaus Lewotoby.

Di dalam sambutannya Bapak Bupati menghimbau warga Katolik untuk tidak ragu-ragu ambil bagian dalam proses pembangunan di Kabupaten Lebak. Sebagai salah satu unsur masyarakat yang cukup penting, umat Katolik diharapkan dapat bahu membahu bersama umat beragama lainnya dalam percepatan pembangunan Kabupaten Lebak. Ajakan ini tentunya harus direspon secara posistif oleh seluruh umat Katolik dengan cara menyatu dan membaur dengan masyarakat Lebak. pada akhir sambutannya Bapak Bupati atas nama PEMDA kabupaten Lebak memberikan sejumlah bantuan kepada Gereja Katolik. Setelah ± 2 jam, pesta ditutup dengan ramah tamah dalam suasana yang akrab dan ceria. Semoga saja setelah 75 tahun berdiri, Gereja Katolik dapat semakin berkarya nyata di tengah masyarakat Kabupaten Lebak.

“Ya Bapa, kami serahkan perjalanan Paroki kami di hari-hari yang akan datang dalam lindungan Bunda Maria yang Terkandung Tanpa Noda yang selalu taat dan setia menjalankan kehendak-Mu. Biarlah semangat Bunda Maria itu meresapi lubuk hati kami untuk dapat terus berkarya bagi kehidupan masyarakat d isekitar kita. Amin.”

 

 

 

Home

   

 

 

Copyright © 2007, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor
Jl. Kapten Muslihat No. 22 Bogor