|
Maria Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Oleh : RD. Jimmy Rampengan
Suatu tradisi suci terulang kembali di bulan Mei dan Oktober dalam
kehidupan Gereja. Bulan Mei – Oktober adalah bulan Maria. Bulan yang
ditunggu-tunggu oleh umat Katolik untuk mengadakan devosi kepada
Bunda Maria. Tentu dalam bulan ini banyak aktivitas rohanidan
devosional yang dilakukan entah secara pribadi maupun kelompok dalam
kehidupan Gerejani. Maria sebagai seorang ibu dan tokoh rohani telah
mendapat hati bagi kaum beriman Katolik mulai dari anak-anak sampai
orang tua, dari kalangan sederhana sampai kalangan tinggi. Maria
telah menjadi ibu Tuhan Yesus dan ibu kita semua. Maria mendapat
gelar Bunda Gereja. Sering kita temukan pula di rumah atau di
tempat-tempat doa patung Bunda Maria. Bahkan asesori, dan gambar
Maria banyak sekali diminati umat Katolik. Maria tidak hanya
mendapat hati bagi pencintanya, tetapi juga sudah menjadi nafas
kehidupan umat. Doa Salam Maria misalnya telah menjadi doa yang
terindah dan selalu didoakan di setiap kepentingan dan permohonan.
Maria menjadi manusia beriman yang mencerminkan tipikal umat yang
beriman mendalam. Maka kehidupan Maria sebagai gambaran umat dalam
mencari dan menemukan keteladanan. Nama Maria dipakai sebagai
sebutan nama kristini bagi seseorang. Diharapkan dari nama itu
mengalir dan memancar keteladanan Maria dalam hidupnya. Oleh karena
itu bagi calon baptis, nama Maria dipilih untuk pelindung bagi kaum
laki-laki atau perempuan sebagai nama pribadi kristiani. Orang
Katolik senang dan bangga dengan keteladanan Maria yang rendah hati.
Dalam kehidupan sehari-hari Maria terpilih sebagai orang suci yang
dikagumi banyak orang. Rosario menjadi terkenal karena doa yang
dianjurkan oleh Maria. Tidak melebih-lebihkan Maria, karena
kekagumannya banyak penyair menbuat puisi kehormatan, gambar yang
indah sebagai madona dan lagu yang popular bagi para penggemarnya.
Dan begitu banyak doa Salam Maria beraneka ragam bahasa. Dalam
kehidupan sehari-hari Maria bukan saja jadi model, tetapi bergeser
jadi pusat cipta dan kreasi yang menyuburkan inspirasi bagi
kehormatan Maria. Hidup Maria menjadi sumber inspirasi yang bila
digali tidak pernah habis-habisnya. Gereja selalu menghidupkan
peranan Maria lewat doa, novena, dan pembicara dengan nara sumber
yang bagus. Banyak orang tersentuh dan merasa digerakkan dan
dibangkitkan semangatnya lewat pengalaman hidup bersama Maria;
mislanya seorang ibu berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang
baik karena melihat Maria begitu tabah dan penuh kasih mendidik
anaknya; seorang bapak merasa ditemani Bunda Maria ketika dalam
cobaan dan bahaya; seorang anak berdoa tiga kali Salam Maria
berhasil dalam mengikuti ujian sekolahnya. Masih banyak yang kita
temui dalam kehidupan sehari-hari bersama Maria. Kita bisa membuat
suatu litani bagi Maria karena kebersamaan dalam pengalaman
keseharian. Maria mendapat tempat dalam hidup sehari-hari karena:
-
Maria
sederhana
-
Maria setia
-
Maria mau
mendengar
-
Maria penyabar
-
Maria tulus
hati
-
Maria penuh
sukacita
-
Maria
pedamping dalam cobaan
-
Maria ibu
Tuhan
-
Maria pendoa
-
Maria penuh
teladan
-
Maria murah
hati
-
Maria pendidik
utama.
Kita bisa terus
membuat deretan keteladan Maria sebagaimana kita temukan Maria dalam
kehidupan kita sehari-hari.
Bersyukurkah kita kepada Bunda Maria? Maria bisa dikatakan sebagai
tempat segala-galanya bagi umat Katolik. Umat Katolik begitu
menyakini bahwa melalui Maria segala-galanya beres. “Per Mariam
ad Jesum” : melalui Maria menuju Yesus. Maria menjadi harapan
setelah Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Dan banyak kesaksian yang
telah membuktikan setiap permintaan dan permohonan dijawab lewat
Maria. Maria menjadi perantara kita yang dekat dengan Allah dalam
hidup sehari-hari. Maria menjadi jembatan dunia dan surga, yang suci
dan fana. Namun selalukah kita bersyukur kepadanya? Apakah Maria
hanya kita perlukan dalam keadaan kesulitan dan kedukaan? Tentu
jawabannya tidak. Dalam kehidupannya Maria selalu bersyukur dan
mengagungkan Tuhan. Kita bisa baca dalam magnificat Maria
(Luk.2:67-80). Maka kita hendkanya hidup dalam penuh syukur dan
tidak memperalat Maria dalam hidup sehari-hari. Jelaslah Maria
selalu dekat dengan kita dan kita dengannya manakala tindakan kita
meneladani tindakan Maria. Keteladanan Maria sungguh patut dicontoh.
Terutama dalam keibuannya. Keibuannya senantiasa kita rasakan dalam
perlindungannya dan kasih sayangnya sebagaimana Maria mengasihi
Yesus, putranya. Maka Maria disebut Mater Dei, Bunda Allah, di mana
dalam kehidupan sehari umat Katolik menganggap Maria Bunda Umat
Beriman yang senantiasa mengasihinya. Melihat Maria sesungguhnya
setiap orang diajak menjadi anak-anaknya dan Yesus adalah saudara
kita. Tuhan Yesus dalam sabda-Nya: “ Siapakah ibu-Ku dan saudara-Ku?”
Yaitu mereka yang melaksanakan sabda-Nya. Maka menjadi putra-putri
Maria berarti menjadi saudara-saudari dari Yesus. Mengikuti Maria
berarti mengasihi Yesus dan Allah. Hal itu dibuktikan apabila kita
melakukan perintah Allah dan Yesus. Setiap orang yang melaksanakan
perintah Allah menerima Maria sebagai ibu Tuhan. Banyak orang
mencintai firman Tuhan karena mencintai Maria dalam kehidupan
sehari-hari.
Kepribadian Maria dalam kehidupan banyak menjadi inspirasi bagi kaum
mistikus dan teolog untuk dijadikan sumber kehidupan rohani. Tidak
sedikit serikat dan konggergasi mencoba menghidupi konggergasinya
dengan spiritualitas Maria. Tidak itu saja kelompok awam pun banyak
menimba semangat kehidupan rohani sebagai dasar hidup mereka yang
dituangkan dalam aturan dan juga konstitusi. Jadi dalam keseharian
awam dan hidup religius, Maria ternyata telah mendapat tempat yang
terhormat. Namun tidak salah bila kita mencermati semangat
kerohanian Maria yang indah, kudus, sederhana, dan bijaksana sering
dimaknai secara berlebihan. Kita temui banyak doa Maria yang
terkadang aneh semacam surat berantai, ada doa rosario yang
jumlahnya bermacam hingga membuat orang bingung. Gambar dan patung
Maria yang dimodifikasi sesuai kepentingan. Kehadiran Maria dalam
semangat dan doa bukan pada hal yang membingungkan dan aneh-aneh;
tetapi pada hal yang sederhana termasuk doa dan devosi yang mengajak
kita dekat dengan Allah dan hidup pantas di hadirat-Nya. Melalui
kesederhanaan Maria maka ia dipilih Allah menjadi Bunda Penebus dan
Penyelamat. Popularitas kesederhanaan dan kualitas hati Maria
sehingga orang menerima Maria dalam kehidupan sehari-hari. Bisa saja
para teolog atau ahli Kitab Suci mendiskusikan tentang Maria, namun
Maria selalu muncul dalam keibuannya yang manusiawi dan sederhana.
Kesederhanaan dan menganggap diri sebagai seorang hamba menjadi
popularitas dan kualitas Maria yang akhirnya dipilih sebagai Bunda
Allah, Bunda Penebus. Maka orang mencintainya sebagai ibu kaum
sederhana. Kesederhanaan melahirkan keselamatan. Maria menjadi
terkenal di kalangan orang sederhana… anak-anak… orang tua, siapa
saja yang berpikiran sederhana. Tetapi di balik itu orang
mengenalnya dengan sangat dan tulus.
Menemukan Maria dalam kehidupan sehari-hari nampak dalam bulan Mei
dan Oktober sepanjang tahun. Tiada hari tanpa doa Maria dalam
kehidupan umat kristiani katolik yang mentradisi dalam iman. Bahkan
patung Dewi Maria ditempatkan secara khusu dan diarak dari rumah ke
rumah untuk didoakan bersama. Maria sebagai bunda kita yang
mempersatukan segala bangsa dalam doa. Bila kita ke Lourdes
terdengar lagu Ave Maria dengan berbagai ragam bahasa yang memuji
Maria. Tidak hanya lagu Maria yang membuat orang beriman merasa
bersatu tapi nampaknya juga lewat kelompok doa di bawah panji Maria,
misalnya Legio Maria. Bapa Suci Yohanes Paulus II begitu mencintai
dan menghormati Maria sehingga ia menciptakan “Peristiwa Terang”
agar Maria menjadi harum, seperti Kartini harum namanya. Di Medan
dibangun gereja yang bagus untuk menghormati Maria, namanya Gereja
Maria Annai Velangkanni: Maria yang nampak seperti wanita India. Di
Jawa Tengah dibuat arca Maria seperti patung candi yang terbuat dari
batu alam. Ada banyak sekolah, yayasan, perkumpulan, dan organisasi
yang belindung dalam nama Maria. Maria telah masuk ke segala aspek
kehidupan. Namun sekali lagi dalam hidup sehari-hari Maria jangan
direndahkan sebeagi label atau iklan di mana hanya untuk mengeruk
kekayaan. Maria tampil dalam keseharian hidup manusia agar manusia
bertobat dan percaya kepada Puteranya. Maria sebagai ibu mamanggil
kita agar di dalam kehidupan, kita tidaksalah masuk pintu
keselamatan (Yoh.10:1-10). Maria mengajak agar kita hidup dalam
Puteranya, sebab Puteranya adalah utusan Allah (Yoh.10:30). Dengan
demikian Maria mengajak dan mengundang kita agar mengenal, taat, dan
setia kepada Puteranya (Yoh.10:27).
Akhirnya melihat Maria dalam kehidupan sehari-hari tidaklah mudah
seperti kita membalikkan telapak tangan. Hal ini karena Maria begitu
luas dan mendalam telah masuk dalam kehidupan orang Katolik. Orang
Katolik yang aktif mengenal dengan mendalam Maria dalam hidup
keimanannya. Ini terjadi dan terbentuk bukan karena suatu propaganda
dan promosi tetapi terlebih karena Maria terberkati dan terpilih
oleh Allah di antara manusia dan di tengah-tengah kaum wanita. Maka
melihat Maria dalam kehidupan sehari-hari berarti melihat kebesaran
jiwa Maria untuk direnungkan sebagai buah keselamatan. Menutup
tulisan ini disajikan doa kebesaran jiwa Maria:
Jiwa Maria
Jiwa Maria,
sucikanlah aku
Hati Maria, nyalakanlah aku
Tangan Maria, sanggahlah aku
Kaki Maria, pimpinlah aku
Mata Maria, pandanglah aku
Bibir Maria, berkatalah padaku
Dukacita Maria, kuatkanlah aku
O Maria yang
manis, dengarkanlah aku
Janganlah mengijinkan daku terpisah darimu
Terhadap musuh-musuhku, belalah aku
Tuntunlah daku kepada Yesus yang manis
Semoga dengan dikau aku dapat mencintai dan
Memuji diaku untuk selama-lamanya. Amin
* * * |