|
AKSI
PANGGILAN
SEMINARI MENENGAH STELLA MARIS BOGOR:
4
PAROKI, 3 PROVINSI
Pada Hari Minggu Panggilan Sedunia, para
siswa Seminari Menengah Stella
Maris berkesempatan untuk memeriahkannya dengan aksi
panggilan di 4 paroki, 2 di
Keuskupan Bogor
dan 2 di Keuskupan Agung Jakarta. Tujuan aksi panggilan ini tidak
semata-mata hanya untuk mencari
dana, tetapi juga untuk mengajak kaum muda agar
lebih mengenal kehidupan
seminari/membiara. Harapannya adalah semoga mereka
tertarik dan ingin mengikuti
jejak kami menjadi imam/biarawan atau biarawati.
Paroki Kristus
Raja Serang, Banten (14 dan
15 April 2007)
Para seminaris beraksi di Paroki Serang dengan
membawa 2 tim, yaitu tim paduan
suara dan keroncong modern. Suasana kali ini memang
agak berbeda karena para
seminaris tampil dengan atribut ala Sunda, baik dari
segi pakaian, lagu, maupun musik
pengiringnya.
Mereka tampil pada misa Sabtu sore dan Minggu pagi.
Pada kesempatan
ini, para seminaris yang berasal dari paroki ini,
Putra (tahun III), Reners (tahun IV) dan
Yeremias (tahun IV), diminta tampil juga di depan
para umat. Misanya sendiri
berlangsung dengan cukup meriah, antara lain
ditunjukkan melalui respon para umat
yang baik, walau mungkin masih ada sedikit kesalahan
teknis.
Selain misa, para seminaris diundang pula untuk
mengikuti acara ramah-tamah
bersama para umat dan pastor paroki. Acara ini
dimanfaatkan untuk perkenalan sekaligus
sharing
panggilan dari seminaris.
Setelah rangkaian acara tersebut berakhir, para
seminar-is
berpisah dengan umat
Serang karma harus kembali ke rutinitas masing-masing
di seminari.
Paroki St. Joseph Sukabumi, Jawa Barat (28 dan 29
April 2007)
Pasukan seminaris,
yang
terdiri dari 22 orang, diutus untuk berkarya di
Paroki
Sukabumi. Kesempatan aksi panggilan ini sendiri
terasa sangat istimewa karena, selain
mengisi koor, para seminaris boleh bermalam di
rumah-rumah umat.
Di paroki ini, para seminaris bertugas untuk mengisi
paduan suara pada misa
Sabtu sore dan Minggu pagi. Suasana terasa lain dari
yang biasanya karena para
seminaris memakai kostum koor ala pelaut (Stella
Maris) dan membawakan lagu-lagu yang bernuansakan panggilan religius.
Setiap kesempatan homili dimanfaatkan untuk
tanya jawab panggilan yang dipandu oleh Frater Agung.
Elyas dan Maryanto (tahun IV),
Kristino dan Putra (tahun III), serta Natan dan Julio
(tahun I) dipercaya untuk
membagikan pengalamannya selama di seminari.
Selama di rumah "orang tua" masing-masing, para
seminaris melakukan kegiatan
yang telah diprogramkan oleh keluarga angkat mereka.
Ada yang ikut kumpul bersama
kaum muda wilayah/lingkungan, ada juga yang diajak
menghabiskan waktu bersama
keluarga.
Para seminaris juga diundang untuk mengikuti
sarasehan panggilan bersama para
kaum muda Paroki St. Joseph di GKK yang berlangsung
pada hari Minggu, pk. 10.00 s.d. 12.00. Setelah itu, acara
dilanjutkan dengan makan siang bersama dan perpisahan karena
para seminaris akan kembali ke "rumah besar" mereka
yang di depan Katedral Bogor.
Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta (28 dan 29 April
2007)
Hampir sama dengan rekan-rekannya yang lain,
rombongan seminaris, yang
terdiri dari tim paduan suara dan keroncong modern
ala Sunda, berkesempatan untuk
mengisi aksi
panggilan di Paroki Cengkareng. Aksi panggilan ini juga memberi
kesan tersendiri karena para
seminaris boleh bermalam di rumah-rumah umat, sekaligus beraksi
panggilan bersama kelompok
religius lainnya, antara lain dari Seminari Menengah
Wacana Bhakti,
PBHK, ADM, JMJ dan Canossian.
Para seminaris Stella Maris mengisi koor pada misa
Sabtu sore, lalu dilanjutkan
Minggu pagi dan siang. Sambutan umat Cengkareng
sangat baik sehingga acara aksi
panggilan bersama ini dapat berlangsung dengan meriah.
Selama di rumah umat, masing-masing
seminaris juga diperlakukan seperti anggota keluarga sendiri. Ada di
antara
mereka yang berkumpul bersama kaum muda wilayah,
lingkungan dan ada yang
diajak menghabiskan waktu bersama keluarga.
Setelah misa Minggu siang, seminaris juga mengikuti
sarasehan panggilan yang bertajuk “Ada Apa dengan Seminari dan
Novisiat?” yang kemudian dilanjutkan dengan acara makan siang
bersama dan perpisahan, berhubung para seminaris harus pulang.
Paroki Maria Kusuma Karmel Meruya, Jakarta (28 dan 29
April 2007)
Tim paduan suara dan karawitan dari Seminari Stella
Maris diutus untuk berkarya
di Paroki Meruya. Seperti nasib rekan-rekan yang
lain, rombongan seminaris ini juga
beruntung karena diperbolehkan menginap di
rumah-rumah umat. Mereka juga
melakukan aksi panggilan bersama kaum religius
lainnya, antara lain dari OSC, CICM,
OFM, Projo Jakarta, suster-suster SND, FMM dan masih
banyak lagi.
Para seminaris
berkesempatan untuk bertugas pada misa Sabtu sore pk. 19.00,
Minggu pagi pk. 09.00 dan sore pk.
19.00. Dan seperti di paroki lainnya, sambutan umat
di sinipun tidak kalah meriah.
Seminaris sendiri juga berusaha tampil dengan baik dengan
menampilkan lagu-lagu dan musik
bernuansa Sunda. Nuansa baru juga dihadirkan ke tengah umat
melalui kegiatan live-in
di rumah umat. Kaum muda wilayah/lingkungan ada
yang mengadakan acara kumpul
bersama sementara ada juga yang diajak menghabiskan
waktu bersama
keluarga.
Tidak ketinggalan pula, para seminaris mengikuti
sarasehan panggilan bersama
para kaum muda Meruya. Bersama senior-senior mereka
dari kaum religius yang hadir,
mereka mencoba menyebarkan benih-benih panggilan
selibat di sana.
Acara perpisahan sendiri dilakukan setelah misa
Minggu sore, antara panitia
bersama umat dan anak-anak seminari. Sayang,
rombongan seminaris harus segera
pulang dan segera larut kembali dengan keseharian di
seminari.
Demikianlah rangkaian acara yang diikuti para siswa
Seminari Menengah Stella
Maris Bogor dalam menyambut Hari Minggu Panggilan
Sedunia. Semoga benih-benih
panggilan tumbuh dapat subur di antara seluruh umat.(Kristino/Feliks/Pram/Ritan/Dodo)
* * *
|