Home  
 
Media Komunikasi Keuskupan Bogor - M E K A R - Edisi Januari-Maret 2008
 


Roma Adalah Rumahku




Di dalam bukunya “ROME SWEET HOME”, Kimberly dan Scott Han secara bergantian sharing tentang pengalaman iman mereka masing-masing sebelum akhirnya mereka menyatakan bahwa “Roma adalah Rumahku”. “Ceramah ini bukanlah untuk membedah buku “Rome Sweet Home”, namun mengambil tema-tema penting yang ada di dalam buku tersebut dari segi dasar-dasar Kitab Suci. Dan apakah umat Katolik cukup menyadari dari Gereja-Gereja lain yang menarik?” Demikian R.P. Robert Wowor, OFM saat memulai Ceramah Umumnya tentang “ROME SWEET HOME” di Gereja Santo Herkulanus Depok Jaya (11/05), pukul 09:00 s.d 12:40 WIB. Kata sambutan disampaikan oleh Pastor Paroki St. Herkulanus R.D. Simbol Gaib Pratolo.

Ada enam tema mutiara yang diangkat oleh Pater Wowor dari buku tersebut, yaitu Sola Fides, Sola Scriptura, Maria, Prolife, Gereja, dan Ekaristi.

Sola Fides merupakan doktrin yang menyatakan bahwa hanya imanlah satu-satunya kebenaran dan yang menyelamatkan (Rm 3:28; bandingkan dengan Yak 2:24). Benarkah? Bukan berarti beriman saja sudah cukup, namun harus diungkapkan dengan perbuatan-perbuatan. Perbuatan tanpa iman pun layaknya seperti pekerja sosial. Maka perbuatan dengan iman, itulah Iman Kristiani sesungguhnya.

Sola Scriptura merupakan doktrin yang menyatakan bahwa hanya melalui Kitab Suci satu-satunya Kebenaran dan yang menyelamatkan (lih. 2 Tes 2:15; 2 Tes 3:6; 2Ptr 1:20-21; 2Tim 3:16-17; 1 Tim 3:15; Mat 5:17; 1 Ptr 1:25). Kitab Suci merupakan dasar iman hakiki dari iman Katolik, namun Kitab Suci tidak berdiri sendiri. Kitab Suci didampingi Tradisi (=ajaran Para Rasul) Jadi Kitab Suci dan Tradisi adalah yang menopang iman kristiani umat Kristen, khususnya umat Katolik.

Tema ketiga adalah tentang Maria, ibu Yesus Kristus. Tokoh wanita ini adalah yang paling banyak dibicarakan oleh penulis-penulis Injil, kecuali Injil Markus yang lebih menekankan pada patrineal. Di dalam Kitab Suci ada dua tokoh wanita yang menonjol, di antaranya Rut, tokoh wanita di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Maria, tokoh wanita di dalam Kitab Perjanjian Baru.
Keempat, Prolife (lih. Mat 19:14; Kej 1:26-28; Kej 9:1; 1 Kor 6:19-20; Rm 12;1-2; 1 Kor 7:4-5). Prolife awalnya hanya mengenai masalah kandungan (kehamilan) dan KB (alat kontrasepsi), namun semakin berkembang menjadi masalah-masalah seperti euthanasia dan lingkungan hidup. Kelima adalah Gereja (lih. Mat 16:17-19; Yes 22:20-22; Mat 18:17; 1 Tim 3:15).

Dan yang terakhir adalah Ekaristi (lih. Yoh 6:52-68; Kej 15; Kel 3; Bil 9; 1 Raj 8; Yoh 6; Ibr 12:29). Dalam perayaan Ekaristi, Gereja mengungkapkan imannya, mengungkapkan kesatuannya dengan Kristus. Itu berarti, bahwa kehadiran Kristus yang sudah senantiasa ada dalam Gereja ditampakkan dan dihayati, dan dengan demikian iman Gereja dikembangkan. Jadi Ekaristi tidak membuat Kristus yang belum hadir menjadi hadir, melainkan menampakkan dan menghayati kehadiran Kristus yang sudah ada dalam Gereja. Ekaristi merupakan ucapan syukur yang ditujukan kepada Bapa, sumber dan asal usul segala ciptaan dan seluruh sejarah keselamatan. Yang paling menonjol dalam Ekaristi adalah kesatuan Gereja dengan Kristus dalam penyerahan-NYA kepada Bapa, bersama dengan seluruh umat manusia. Kesatuan dengan Kristus ini berarti suatu persekutuan dalam Kristus, yang merupakan pusat kehidupan Gereja (communio).

Ceramah umum ini merupakan program kerja perdana dari Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki (SKKS DPP) St. Herkulanus Depok Jaya, dihadiri sekitar 100 umat dari beberapa paroki di Keuskupan Bogor, di antaranya dari Paroki St. Markus Depok II Timur, Paroki St. Paulus Depok Lama, Paroki St. Matias Cinere, Paroki St. Yohanes Baptista Parung, dan juga Bpk. Frans S. Tjakradjaja dari Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Bogor, serta partisipan lainnya. Untuk selanjutnya, SKKS DPP St. Herkulanus rencananya di bulan Oktober tahun ini akan menghadirkan kembali Pater RP. Robert Wowor, OFM untuk menyampaikan ceramah umumnya tentang “The Lamb Supper”. (Y.DHANI.P.)

 

Home

   

 

 

Copyright © 2007, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor
Jl. Kapten Muslihat No. 22 Bogor