yang begitu cepat dalam bidang teknologi menciptakan
penemuan-penemuan baru yang kreatif. Hal ini disebabkan oleh
nalar manusia yang terus berkembang untuk membuat kemudahan
dalam suatu peradaban. Hal itu sah-sah saja karena
rasionalitas manusia tidak bisa dibatasi oleh keingintahuannya.
Maka perkembangan secara cepat dan bisa dikatakan tak
terkendali dan tak terelakkan dengan penemuan-penemuan yang
mengherankan akhir-akhir ini. Misalnya saja di bidang media
informatika. Penemuan di bidang media tersebut, bukan hanya
mencengangkan tetapi juga merubah budaya manusia. Pola
peradaban itu sangat cepat dan menggilas segala pola-pola
kebiasaan dalam hidup bermasyakat yang ada. Tentu ada hal yang
positif mendapat makna, namun ada juga pemiskinan pada pola
hidup. Untuk menghadapi perkembangan media yang begitu cepat
perlu ditanggapi dengan bijaksana dan arif. Oleh karena itu
perlu bimbingan kepada kita semua agar perkembangan media
teknologi memberi ciptaan bukan keterasingan diri. Terutama
bagi kaum muda kita yang sedang demam perkembangan media baru
di bidang informatika. Pendampingan secara serius dalam
penggunaan media segera perlu diterapkan supaya mereka tidak
terasing dan diasingkan dari budaya dan pola hidup.
Kali ini kami mencoba
mengangkat tema media bagi kaum muda, yang merupakan tema
pokok permenungan bagi kita dan generasi muda agar
memanfaatkan media secara baik dan benar. Pesan yang
disampaikan Bapa Paus pada hari komunikasi sosial sedunia
ke-43 : " Teknologi digital baru sedang membawa pergeseran
yang hakiki terhadap perilaku komunikasi, juga terhadap ragam
hubungan manusia. Pergeseran ini secara istimewa dialami kaum
muda yang bertumbuh bersama teknologi baru yang telah
merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri. Mereka berusaha
mengalami dan memanfaatkan peluang yang diberikan olehnya,
sesuatu yang bagi kita orang dewasa sering kali dirasakan
cukup asing. Melihat dan menemukan pengalaman yang ada di
dunia maya sebagai pengguna alat komunikasi yang cangih,
janganlah kita menilai negatif sehingga menimbulkan
kefanatikan yang berlebihan. Perkembangan teknologi baru
sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita
harus memberikan jaminan dan manfaatnya. Kaum muda yang masih
terbuka dan berkembang perlu sentuhan teknologi baru ini
dengan baik dan benar".
Pesan Paus tadi menjadi
landasan agar penggunaan dan pemanfaatan media tidak membuat
manusia terasing dan diasingkan dalam hidupnya. Melainkan
melahirkan suatu pemahaman komunikasi dan teknologi baru.
Dengan kata lain, kita harus menggunakan etika yang baik dan
benar dalam teknologi. Kaum muda perlu suatu pendampingan
dalam penggunaan media komunikasi yang baru dan canggih ini.
Bila kita mengamati kaum muda saat ini yang hanya cenderung
menggunakan saja atau sebagai agen pemakai. Jarang mereka
bertanya bagaimana media itu bisa kita buat atau kita ciptakan
sendiri. Kaum muda saat ini hanya menerima hasil ciptaan
teknologi belaka. Arus ekonomi membuat kaum muda kita sebagai
sekmen pasar. Karena itu tidak heran bila mereka menggunakan
media komunikasi seperti handphone sebagai fashion
atau status belaka. Kaum muda jatuh pada pola konsumtif pasar
dari perkembangan media. Tidak heran mereka sering gonta-ganti
handphone. Kaum muda tidak berani menyeberang untuk
mengenali dan menciptakan media baru. Dari segi ini mereka
juga terasing. Di sisi lain, kaum muda bisa tergilas
pemanfaatan sisi negatif dari teknologi baru, misalnya:
Cybercrime, Mobile-spy, BT info, Timed spy, BT teror
dengan tinggal mendownload di internet. Perlu sekali
arahan bagi kaum muda dalam penggunaan teknologi baru,
misalnya: Facebook, Friendster, Jaringan Milis, Blogger,
Website dan SMS. Bila kita masuk dunia era digital tentu
ditawarkan berbagai fasilitas yang menggiurkan, yang murah,
gratis, lebih jauh lagi cari akses yang cepat supaya tidak
tidak sulit dan mudah. Dan bila kita lihat tampilan memang
terdapat banyak informasi yang bisa kita dapat dari yang
positif sampai negatif, dari yang lokal sampai yang
internasional, dari yang terkini sampai yang terdahulu.
Pokoknya semua bisa didapat hanya dengan meng ’klik’ saja. Ada
film yang berjuduk ’klik’ yang mengajak para penonton masuk ke
dalam mimpi dan keindahan. Fenomena ini membuat perubahan
dalam kehidupan, terutama kehidupan kaum muda. Hal ini
berpengaruh pada budaya anak muda yang sejauh pengamatan saya
dalam menggunakan teknologi baru hanya sebatas konsumtif saja,
iseng-iseng, isi waktu, say hello, sampai bisa juga
memaki-maki. Coba saja buka facebook atau internet; anak muda
hanya menghabiskan waktu berjam-jam dengan keisengan itu. Oleh
karena itu, media bagi kaum muda sekaligus dapat menjadi
tantangan atau peluang. Dalam dokumen Inter Mirifica
bab 1, 4: "Supaya menggunakan alat-alat ini dengan tepat,
mutlak diperlukan bahwa semua orang memanfaatkannya,
mengetahui kaidah-kaidah tata susila dan menerapkannya dalam
bidang ini. Sebab itu mereka harus memperhatikan bahan yang
dikomunikasikan menurut kodrat khas tiap alat".
Sangatlah tepat sekali
ajakan Bapa Suci pada hari komunikasi sosial agar teknologi
dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana pelayanan untuk
semua manusia, baik secara pribadi ataupun komunitas dan
secara khusus kepada kaum muda untuk menggunakan media sebagai
sarana penginjilan dalam dunia digital. Ajakan ini harus
sungguh dipahami kaum muda dan inilah yang menjadi refleksi
terdalam bagi kaum muda sendiri. Apakah kaum muda punya
semangat penginjilan? Saya yakin dalam diri kaum muda punya
semangat penginjilan, asalkan mereka diarahkan dan didorong ke
arah itu. Perlu ditekankan kepada kaum muda untuk terpanggil
dalam penginjilan bagi hidupnya sendiri dan orang lain. Hal
itu bisa diterapkan lewat media. Misalnya: kaum muda membuat
ayat emas dalam beranda facebook, membuat jaringan antar kaum
muda di paroki yang bertema Kitab Suci, konsultasi Kitab Suci
kaum muda melalui email, dan sebagainya. Apakah ada usaha dari
Gereja untuk mengangkat kaum muda agar menggunakan media dalam
dunia digital sebagai sarana penginjilan? Bila ada perlu di
informasikan agar keterlibatan kaum muda masuk dalam karya ini
terakses. Hal ini perlu kreatifitas dan sentuhan dari Gereja
agar perlu menampung dan menyalurkan penggunaan dan pelayanan
injil. Maka harapan dari hari komunikasi sosial sedunia ini
semakin banyak kaum muda yang memberikan pelayanan kasih,
mempererat kasih dan persahabatan diantara umat manusia,
menyampaikan kebenaran dan berbagi kekayaan injil dengan orang
lain. Ditegaskan pula dalam Communio et Progressio sebagai
suatu instruksi pastoral: "Oleh karena itu, semua orang
yang berkemauan baik, didorong untuk bekerja sama supaya
menjamin alat-alat komunikasi itu benar-benar membantu
tercapainya kebenaran dan mempercepat kemajuan orang kristen
akan menemukan imannya. Suatu rangsangan tambahan untuk
melaksanakan hal itu. Dan pesan injil yang disebarluaskan
demikian akan memajukan cita-cita ini ialah persaudaraan di
antara manusia di bawah naungan kebapaan Allah. Contoh dan
kerjasama di antara manusia, pada akhirnya tergantung pada
pilihan bebas manusia yang dipengaruhi oleh faktor-faktor
psikologis, sosiologis dan teknis. Dengan demikian penting dan
nilai tertinggi alat komunikasi itupun tergantung pada
bekerjanya pilihan bebas manusia dalam menggunakan alat-alat
tersebut".
Jawaban refleksi tadi
kembali kepada kaum muda dalam berkiprah menggunakan media
tersebut sehingga menemukan arti yang mendalam dan benar.
Dorongan bagi kaum muda agar tidak menjadikan media sebagai
tujuan melainkan sarana yang canggih bagi informasi dan
komunikasi dalam hidup. Dunia digital tidak menyebabkan
sirnanya relasi pribadi, sosial, dialog, persahabatan dan
komunitas. Dunia digital yang digandrungi kaum muda justru
diharapkan lebih memperdalam persahabatan dan keakraban
bersandarkan ajaran Yesus.
Media bagi kaum muda dapat
menjadi ajang kreatifitas pengembangan pengetahuan. Dengan
demikian kaum muda sadar akan kegunaan media. Oleh karena itu,
pihak-pihak yang berkompeten, misalnya Gereja menyediakan
wadah agar kaum muda dapat melakukan kegiatan di bidang media
tepat sasaran. Lembaga lain ikut menentukan atau berpengaruh
yaitu keluarga agar mendampingi putera-puterinya dalam
memanfaatkan teknologi baru. Alasan perlunya wadah dalam
menyerap teknologi baru agar tidak merendahkan martabat
manusia, dapat mengetahui penggunaan dan tujuan adanya media
dengan tepat guna dan bijaksana sehingga tetap terciptanya
relasi, dialog dan komunikasi sebagai sarana utama subyek
mahluk sosial. Mendorong kaum muda menggunakan media dengan
tepat dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah etika. Di samping
itu membantu mengembangkan kreatifitas kaum muda tidak sebagai
pemakai melainkan pencipta, membantu memperkecil kesenjangan,
keterbelakangan dan ketertutupan. Wadah tersebut menjadi
sarana mengarahkan penggunaan dalam menciptakan perdamaian dan
membuka wawasan yang luas dan lengkap akan dunia digital.