Home  
 
Media Komunikasi Keuskupan Bogor - M E K A R - Edisi April-Juni 2009
 


Media Bagi Kaum Muda

Oleh : RD. Jimmy J. Rampengan


 

Perubahan yang begitu cepat dalam bidang teknologi menciptakan penemuan-penemuan baru yang kreatif. Hal ini disebabkan oleh nalar manusia yang terus berkembang untuk membuat kemudahan dalam suatu peradaban. Hal itu sah-sah saja karena rasionalitas manusia tidak bisa dibatasi oleh keingintahuannya. Maka perkembangan secara cepat dan bisa dikatakan tak terkendali dan tak terelakkan dengan penemuan-penemuan yang mengherankan akhir-akhir ini. Misalnya saja di bidang media informatika. Penemuan di bidang media tersebut, bukan hanya mencengangkan tetapi juga merubah budaya manusia. Pola peradaban itu sangat cepat dan menggilas segala pola-pola kebiasaan dalam hidup bermasyakat yang ada. Tentu ada hal yang positif mendapat makna, namun ada juga pemiskinan pada pola hidup. Untuk menghadapi perkembangan media yang begitu cepat perlu ditanggapi dengan bijaksana dan arif. Oleh karena itu perlu bimbingan kepada kita semua agar perkembangan media teknologi memberi ciptaan bukan keterasingan diri. Terutama bagi kaum muda kita yang sedang demam perkembangan media baru di bidang informatika. Pendampingan secara serius dalam penggunaan media segera perlu diterapkan supaya mereka tidak terasing dan diasingkan dari budaya dan pola hidup.

Kali ini kami mencoba mengangkat tema media bagi kaum muda, yang merupakan tema pokok permenungan bagi kita dan generasi muda agar memanfaatkan media secara baik dan benar. Pesan yang disampaikan Bapa Paus pada hari komunikasi sosial sedunia ke-43 : " Teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki terhadap perilaku komunikasi, juga terhadap ragam hubungan manusia. Pergeseran ini secara istimewa dialami kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru yang telah merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri. Mereka berusaha mengalami dan memanfaatkan peluang yang diberikan olehnya, sesuatu yang bagi kita orang dewasa sering kali dirasakan cukup asing. Melihat dan menemukan pengalaman yang ada di dunia maya sebagai pengguna alat komunikasi yang cangih, janganlah kita menilai negatif sehingga menimbulkan kefanatikan yang berlebihan. Perkembangan teknologi baru sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita harus memberikan jaminan dan manfaatnya. Kaum muda yang masih terbuka dan berkembang perlu sentuhan teknologi baru ini dengan baik dan benar".

Pesan Paus tadi menjadi landasan agar penggunaan dan pemanfaatan media tidak membuat manusia terasing dan diasingkan dalam hidupnya. Melainkan melahirkan suatu pemahaman komunikasi dan teknologi baru. Dengan kata lain, kita harus menggunakan etika yang baik dan benar dalam teknologi. Kaum muda perlu suatu pendampingan dalam penggunaan media komunikasi yang baru dan canggih ini. Bila kita mengamati kaum muda saat ini yang hanya cenderung menggunakan saja atau sebagai agen pemakai. Jarang mereka bertanya bagaimana media itu bisa kita buat atau kita ciptakan sendiri. Kaum muda saat ini hanya menerima hasil ciptaan teknologi belaka. Arus ekonomi membuat kaum muda kita sebagai sekmen pasar. Karena itu tidak heran bila mereka menggunakan media komunikasi seperti handphone sebagai fashion atau status belaka. Kaum muda jatuh pada pola konsumtif pasar dari perkembangan media. Tidak heran mereka sering gonta-ganti handphone. Kaum muda tidak berani menyeberang untuk mengenali dan menciptakan media baru. Dari segi ini mereka juga terasing. Di sisi lain, kaum muda bisa tergilas pemanfaatan sisi negatif dari teknologi baru, misalnya: Cybercrime, Mobile-spy, BT info, Timed spy, BT teror dengan tinggal mendownload di internet. Perlu sekali arahan bagi kaum muda dalam penggunaan teknologi baru, misalnya: Facebook, Friendster, Jaringan Milis, Blogger, Website dan SMS. Bila kita masuk dunia era digital tentu ditawarkan berbagai fasilitas yang menggiurkan, yang murah, gratis, lebih jauh lagi cari akses yang cepat supaya tidak tidak sulit dan mudah. Dan bila kita lihat tampilan memang terdapat banyak informasi yang bisa kita dapat dari yang positif sampai negatif, dari yang lokal sampai yang internasional, dari yang terkini sampai yang terdahulu. Pokoknya semua bisa didapat hanya dengan meng ’klik’ saja. Ada film yang berjuduk ’klik’ yang mengajak para penonton masuk ke dalam mimpi dan keindahan. Fenomena ini membuat perubahan dalam kehidupan, terutama kehidupan kaum muda. Hal ini berpengaruh pada budaya anak muda yang sejauh pengamatan saya dalam menggunakan teknologi baru hanya sebatas konsumtif saja, iseng-iseng, isi waktu, say hello, sampai bisa juga memaki-maki. Coba saja buka facebook atau internet; anak muda hanya menghabiskan waktu berjam-jam dengan keisengan itu. Oleh karena itu, media bagi kaum muda sekaligus dapat menjadi tantangan atau peluang. Dalam dokumen Inter Mirifica bab 1, 4: "Supaya menggunakan alat-alat ini dengan tepat, mutlak diperlukan bahwa semua orang memanfaatkannya, mengetahui kaidah-kaidah tata susila dan menerapkannya dalam bidang ini. Sebab itu mereka harus memperhatikan bahan yang dikomunikasikan menurut kodrat khas tiap alat".

Sangatlah tepat sekali ajakan Bapa Suci pada hari komunikasi sosial agar teknologi dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana pelayanan untuk semua manusia, baik secara pribadi ataupun komunitas dan secara khusus kepada kaum muda untuk menggunakan media sebagai sarana penginjilan dalam dunia digital. Ajakan ini harus sungguh dipahami kaum muda dan inilah yang menjadi refleksi terdalam bagi kaum muda sendiri. Apakah kaum muda punya semangat penginjilan? Saya yakin dalam diri kaum muda punya semangat penginjilan, asalkan mereka diarahkan dan didorong ke arah itu. Perlu ditekankan kepada kaum muda untuk terpanggil dalam penginjilan bagi hidupnya sendiri dan orang lain. Hal itu bisa diterapkan lewat media. Misalnya: kaum muda membuat ayat emas dalam beranda facebook, membuat jaringan antar kaum muda di paroki yang bertema Kitab Suci, konsultasi Kitab Suci kaum muda melalui email, dan sebagainya. Apakah ada usaha dari Gereja untuk mengangkat kaum muda agar menggunakan media dalam dunia digital sebagai sarana penginjilan? Bila ada perlu di informasikan agar keterlibatan kaum muda masuk dalam karya ini terakses. Hal ini perlu kreatifitas dan sentuhan dari Gereja agar perlu menampung dan menyalurkan penggunaan dan pelayanan injil. Maka harapan dari hari komunikasi sosial sedunia ini semakin banyak kaum muda yang memberikan pelayanan kasih, mempererat kasih dan persahabatan diantara umat manusia, menyampaikan kebenaran dan berbagi kekayaan injil dengan orang lain. Ditegaskan pula dalam Communio et Progressio sebagai suatu instruksi pastoral: "Oleh karena itu, semua orang yang berkemauan baik, didorong untuk bekerja sama supaya menjamin alat-alat komunikasi itu benar-benar membantu tercapainya kebenaran dan mempercepat kemajuan orang kristen akan menemukan imannya. Suatu rangsangan tambahan untuk melaksanakan hal itu. Dan pesan injil yang disebarluaskan demikian akan memajukan cita-cita ini ialah persaudaraan di antara manusia di bawah naungan kebapaan Allah. Contoh dan kerjasama di antara manusia, pada akhirnya tergantung pada pilihan bebas manusia yang dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis, sosiologis dan teknis. Dengan demikian penting dan nilai tertinggi alat komunikasi itupun tergantung pada bekerjanya pilihan bebas manusia dalam menggunakan alat-alat tersebut".

Jawaban refleksi tadi kembali kepada kaum muda dalam berkiprah menggunakan media tersebut sehingga menemukan arti yang mendalam dan benar. Dorongan bagi kaum muda agar tidak menjadikan media sebagai tujuan melainkan sarana yang canggih bagi informasi dan komunikasi dalam hidup. Dunia digital tidak menyebabkan sirnanya relasi pribadi, sosial, dialog, persahabatan dan komunitas. Dunia digital yang digandrungi kaum muda justru diharapkan lebih memperdalam persahabatan dan keakraban bersandarkan ajaran Yesus.

Media bagi kaum muda dapat menjadi ajang kreatifitas pengembangan pengetahuan. Dengan demikian kaum muda sadar akan kegunaan media. Oleh karena itu, pihak-pihak yang berkompeten, misalnya Gereja menyediakan wadah agar kaum muda dapat melakukan kegiatan di bidang media tepat sasaran. Lembaga lain ikut menentukan atau berpengaruh yaitu keluarga agar mendampingi putera-puterinya dalam memanfaatkan teknologi baru. Alasan perlunya wadah dalam menyerap teknologi baru agar tidak merendahkan martabat manusia, dapat mengetahui penggunaan dan tujuan adanya media dengan tepat guna dan bijaksana sehingga tetap terciptanya relasi, dialog dan komunikasi sebagai sarana utama subyek mahluk sosial. Mendorong kaum muda menggunakan media dengan tepat dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah etika. Di samping itu membantu mengembangkan kreatifitas kaum muda tidak sebagai pemakai melainkan pencipta, membantu memperkecil kesenjangan, keterbelakangan dan ketertutupan. Wadah tersebut menjadi sarana mengarahkan penggunaan dalam menciptakan perdamaian dan membuka wawasan yang luas dan lengkap akan dunia digital.

 

 

 

Home

   

 

 

Copyright © 2007, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor
Jl. Kapten Muslihat No. 22 Bogor