Dengan
kehadiran dan bimbingan Roh Kudus yang senantiasa menyertai
sejak awal hingga berakhirnya Rapat Kerja, dapat diperoleh
informasi yang berharga terkait dengan tugas sehari-hari di
Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor dan Seksi
Komunikasi Sosial Paroki-Paroki se Keuskupan Bogor.
Berdasarkan
informasi secara lisan dan laporan tertulis tentang kegiatan
Komunikasi Sosial tahun 2008 di tingkat paroki, dapat
diperoleh gambaran pelaksanaan, hasil, faktor pendorong,
faktor penghambat, masalah dan alternatif pemecahan masalah.
Hal ini sangat bermanfaat untuk perencanaan kegiatan Seksi
Komunikasi Sosial Paroki-Paroki tahun 2009.
Dengan
memaparkan kembali Rekomendasi hasil Rapat Kerja bulan April
2008, telah membantu peserta untuk mengingat kembali hal-hal
yang telah direncanakan dan meninjau kembali hal-hal yang
belum dilaksanakan serta masalah dan hambatan yang dijumpai
untuk dituangkan ke dalam Rencana Kerja Komisi Komunikasi
Sosial Keuskupan dan Seksi Komunikasi Sosial Paroki tahun
2009.
Tersedianya
Panduan tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Komunikasi
Sosial Sedunia ke-43, 24 Mei 2009 sangat memudahkan peserta
dalam mempersiapkan Penyelenggaraan Peringatan Hari
Komunikasi Sosial Sedunia ke-43, 24 Mei 2009 di paroki
masing-masing.
Paparan
tentang "Pemahaman Pesan Paus dalam rangka Peringatan Hari
Komunikasi Sosial Sedunia ke-43, 24 Mei 2009" telah membuka
wawasan peserta tentang pentingnya Teknologi Digital sebagai
Media Baru sarana penginjilan.
Setelah
mendengar penyajian tentang "Transformasi Fungsi Komsos",
peserta dapat lebih memahami bahwa untuk memajukan Seksi
Komsos Paroki dibutuhkan sikap positif, kreatif, inovatif
dan berani melakukan perubahan dalam menghadapi setiap
perubahan di bidang teknologi, budaya, peraturan dan etika.
Peserta
telah memperoleh kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan Komunikasi Sosial di
masing-masing paroki yang diwakilinya, yang sangat
bermanfaat untuk pengembangan program Seksi Komunikasi
Sosial (atau seksi lain yang membidangi Komunikasi Sosial)
di paroki, antara lain dengan menjalin kerjasama antar seksi
di paroki dan lintas Seksi Komunikasi Sosial serta
melibatkan kaum muda dalam kegiatan komunikasi sosial di
paroki.
Perlu
dikembangkan website atau paling tidak satu jaringan
sosial digital di tingkat paroki yang akan difasilitasi oleh
Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor, bisa dalam bentuk
penyediaan web hosting, dan bantuan konsultasi teknis
(pembuatan e-mail address, mailing list,
facebook group, dan petunjuk-petunjuk yang dibutuhkan
lainnya).
Sekembalinya peserta di paroki masing-masing akan segera
menyiapkan kegiatan untuk menyambut Hari Komunikasi Sosial
Sedunia ke-43, 24 Mei 2009 dengan menggunakan panduan dan
dokumen lain yang dibutuhkan.
Peserta
akan meningkatkan kerjasama antara Seksi Komunikasi Sosial
dengan seksi-seksi lain di paroki, antar Seksi Komunikasi
Sosial Paroki dalam satu dekenat dan lintas dekenat, antara
lain dalam bentuk mengikutsertakan seksi terkait dalam
setiap kegiatan Seksi Komsos.
Untuk
menjawab kebutuhan umat akan informasi terkait pelayanan
Gereja Katolik yang tepat, cepat dan bisa
dipertanggungjawabkan, peserta akan menambah jejaring sosial
digital di tingkat keuskupan dan paroki, termasuk milis
untuk para romo, pengurus Komisi Komsos dan Seksi Komsos.
Apabila
diperlukan, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor dapat
memfasilitasi beberapa kegiatan antar paroki dan lintas
dekenat sesuai dengan kemampuan, termasuk penyediaan
narasumber dan konsultasi teknis.
Peserta
akan menindaklanjuti hasil Rapat Kerja ini dengan membuat
laporan kepada Pastor Paroki dan menyusun langkah-langkah
kegiatan Seksi Komunikasi Sosial di masa mendatang secara
lebih terarah.