Home  
 
Media Komunikasi Keuskupan Bogor - M E K A R - Edisi April  - Juni  2010
 


RD. JOSEPH HARDJONO



Romo Joseph Hardjono, Pr lahir di Kamongan, Srumbung, Kabupaten Magelang 6 Juli 1950 dari pasangan suami isteri Katolik, Bapak Agapitus Martoharsono dan Ibu Maria Cretuda Sri Katidjah. Beliau adalah anak ke-4 dari 11 bersaudara.

Pendidikan diawali di Sekolah Rakyat (SR), Kemiren, kemudian pindah di SR Negeri Srumbung. Lalu Hardjono kecil melanjutkan belajar di SMP Pangudi Luhur (sekarang Van Lith), lalu meneruskan belajar di STM Perkapalan Semarang, dan selesai belajar tingkat menengah atas tahun 1968.
Setelah itu remaja Joseph Hardjono melanjutkan ke Seminari Tinggi Santo Petrus dan Paulus Keuskupan Bogor di Bandung 1971-1976. Kemudian berpastoral di Paroki Santo Fransiskus Asisi Bogor, dan pada hari Minggu Panggilan, tanggal 25 April 1976 Joseph Hardjono menerima Tahbisan Diakon dari Mgr. Ignatius Harsono, Pr di Gereja Santo Fransiskus Asisi Bogor. Setahun kemudian Joseph Hardjono ditahbiskan menjadi Imam oleh Mgr. Ignatius Harsono, Pr di Gereja Santo Fransiskus Asisi Bogor, 12 Desember 1977.

Pada tanggal 1 Januari 1978 Romo Joseph Hardjono, Pr mengawali tugas sebagai Imam di Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung. Beliau bertugas di Paroki Rangkasbitung hingga tanggal 31 Desember 1983. Lalu mulai tanggal 1 Januari 1984 Romo Hardjono, Pr bertugas di Seminari Menengah Stella Maris Bogor sebagai Romo Pamong sampai Juni 1990.

Kemudian awal Juli 1990 Romo Hardjono, Pr bertugas sebagai Pastor Paroki di Paroki Santa Perawan Maria Katedral Bogor sampai 1993. Pada bulan September 1993 beliau ditugaskan di Paroki Santo Joseph Sukabumi hingga tahun 1995, lalu ditugaskan ke Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak dan melayani Paroki Santa Maria Hati Tak Bernoda Cicurug sampai tahun 1997.
Setelah berkarya di Dekenat Selatan, Romo Joseph Hardjono, Pr ditugaskan ke Paroki Santo Matias Cinere mulai 6 April 1997 sampai 30 Juni 2001. Di sela tugas pastoralnya di Paroki, beliau diberikan kesempatan mengisi tahun sabatikal ke Filipina selama 9 bulan. Setelah kembali ke tanah air Romo Joseph Hardjono, Pr ditugaskan di Paroki Santo Thomas Kelapa Dua, mulai 2002 hingga 2008. Di Paroki Santo Thomas Romo Joseph Hardjono, Pr merayakan Pesta Perak (25 tahun) lmamatnya.

Romo Joseph Hardjono, selain pernah bertugas yang bersifat parokial, beliau juga pernah menjalani tugas yang sifatnya kategorial. Tugas-tugas kategorial yang pernah beliau geluti di antaranya: Anggota Dewan Imam dan KolegiumKonsultor Keuskupan Bogor, Koordinator Temu Imam Keuskupan Bogor, Ketua Komisi Kitab Suci, Ketua Komisi Liturgi dan Penasehat Rohani DPP Wanita Katolik R.I.

Kesan-kesan yang tak dapat kami lupakan dari kepribadian Romo Hardjono: la adalah seorang imam yang hidup disiplin. Beliau selalu berpakaian rapi dan bersih. Dan yang selalu kami ingat, Romo Hardjono selalu menyapa rekan-rekan imam dengan sebutan Dik (Adik).

Pada tahun 2008 Romo Joseph Hardjono, Pr ditugaskan di Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata. Menjelang pesta Ulang Tahun ke-2 Paroki ini mengadakan berbagai kegiatan guna menyambut perayaan yang penuh syukur itu. Namun pada hari Sabtu, 22 Mei 2010 ketika Romo Joseph Hardjono, Pr memimpin Misa Syukur di lingkungan, beliau merasa pusing, lalu terduduk dan muntah. Dengan cepat umat membawa Romo Hardjono ke rumah sakit. Dalam keadaan tidak sadar, Romo Joseph Hardjono Pr mendapatkan perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Meilia Cibubur. “Tuhan yang memberi dan Tuhan mengambil”, tepat pada hari Selasa, 25 Mei 2010 jam 04.40 WIB Allah Bapa, Sang Penciptanya memanggil Romo Joseph Hardjono, Pr yang dicintai-Nya, untuk beristirahat dalam kebahagiaan bersama Yesus, yang diyakininya, sebagai “Jalan, dan Kebenaran dan Hidup”.

Selamat Jalan Romo Joseph Hardjono, Pr. Beristirahatlah dalam damai. Terima kasih atas kebersamaan dan pelayanan Romo selama ini.


 

 

 

Home

   

 

 

Copyright © 2007, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor
Jl. Kapten Muslihat No. 22 Bogor