|
RD. JOSEPH HARDJONO
Romo Joseph Hardjono, Pr lahir di Kamongan, Srumbung,
Kabupaten Magelang 6 Juli 1950 dari pasangan suami isteri
Katolik, Bapak Agapitus Martoharsono dan Ibu Maria Cretuda Sri
Katidjah. Beliau adalah anak ke-4 dari 11 bersaudara.
Pendidikan diawali di Sekolah Rakyat (SR), Kemiren, kemudian
pindah di SR Negeri Srumbung. Lalu Hardjono kecil melanjutkan
belajar di SMP Pangudi Luhur (sekarang Van Lith), lalu
meneruskan belajar di STM Perkapalan Semarang, dan selesai
belajar tingkat menengah atas tahun 1968.
Setelah itu remaja Joseph Hardjono melanjutkan ke Seminari
Tinggi Santo Petrus dan Paulus Keuskupan Bogor di Bandung
1971-1976. Kemudian berpastoral di Paroki Santo Fransiskus
Asisi Bogor, dan pada hari Minggu Panggilan, tanggal 25 April
1976 Joseph Hardjono menerima Tahbisan Diakon dari Mgr.
Ignatius Harsono, Pr di Gereja Santo Fransiskus Asisi Bogor.
Setahun kemudian Joseph Hardjono ditahbiskan menjadi Imam oleh
Mgr. Ignatius Harsono, Pr di Gereja Santo Fransiskus Asisi
Bogor, 12 Desember 1977.
Pada tanggal 1 Januari 1978 Romo Joseph Hardjono, Pr mengawali
tugas sebagai Imam di Paroki Santa Maria Tak Bernoda
Rangkasbitung. Beliau bertugas di Paroki Rangkasbitung hingga
tanggal 31 Desember 1983. Lalu mulai tanggal 1 Januari 1984
Romo Hardjono, Pr bertugas di Seminari Menengah Stella Maris
Bogor sebagai Romo Pamong sampai Juni 1990.
Kemudian awal Juli 1990 Romo Hardjono, Pr bertugas sebagai
Pastor Paroki di Paroki Santa Perawan Maria Katedral Bogor
sampai 1993. Pada bulan September 1993 beliau ditugaskan di
Paroki Santo Joseph Sukabumi hingga tahun 1995, lalu
ditugaskan ke Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak dan
melayani Paroki Santa Maria Hati Tak Bernoda Cicurug sampai
tahun 1997.
Setelah berkarya di Dekenat Selatan, Romo Joseph Hardjono, Pr
ditugaskan ke Paroki Santo Matias Cinere mulai 6 April 1997
sampai 30 Juni 2001. Di sela tugas pastoralnya di Paroki,
beliau diberikan kesempatan mengisi tahun sabatikal ke
Filipina selama 9 bulan. Setelah kembali ke tanah air Romo
Joseph Hardjono, Pr ditugaskan di Paroki Santo Thomas Kelapa
Dua, mulai 2002 hingga 2008. Di Paroki Santo Thomas Romo
Joseph Hardjono, Pr merayakan Pesta Perak (25 tahun) lmamatnya.
Romo Joseph Hardjono, selain pernah bertugas yang bersifat
parokial, beliau juga pernah menjalani tugas yang sifatnya
kategorial. Tugas-tugas kategorial yang pernah beliau geluti
di antaranya: Anggota Dewan Imam dan KolegiumKonsultor
Keuskupan Bogor, Koordinator Temu Imam Keuskupan Bogor, Ketua
Komisi Kitab Suci, Ketua Komisi Liturgi dan Penasehat Rohani
DPP Wanita Katolik R.I.
Kesan-kesan yang tak dapat kami lupakan dari kepribadian Romo
Hardjono: la adalah seorang imam yang hidup disiplin. Beliau
selalu berpakaian rapi dan bersih. Dan yang selalu kami ingat,
Romo Hardjono selalu menyapa rekan-rekan imam dengan sebutan
Dik (Adik).
Pada tahun 2008 Romo Joseph Hardjono, Pr ditugaskan di Paroki
Santa Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata. Menjelang pesta
Ulang Tahun ke-2 Paroki ini mengadakan berbagai kegiatan guna
menyambut perayaan yang penuh syukur itu. Namun pada hari
Sabtu, 22 Mei 2010 ketika Romo Joseph Hardjono, Pr memimpin
Misa Syukur di lingkungan, beliau merasa pusing, lalu terduduk
dan muntah. Dengan cepat umat membawa Romo Hardjono ke rumah
sakit. Dalam keadaan tidak sadar, Romo Joseph Hardjono Pr
mendapatkan perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Meilia
Cibubur. “Tuhan yang memberi dan Tuhan mengambil”, tepat pada
hari Selasa, 25 Mei 2010 jam 04.40 WIB Allah Bapa, Sang
Penciptanya memanggil Romo Joseph Hardjono, Pr yang
dicintai-Nya, untuk beristirahat dalam kebahagiaan bersama
Yesus, yang diyakininya, sebagai “Jalan, dan Kebenaran dan
Hidup”.
Selamat Jalan Romo Joseph Hardjono, Pr. Beristirahatlah dalam
damai. Terima kasih atas kebersamaan dan pelayanan Romo selama
ini.
|