Tema pertemuan: "Kampung
Seni", kelihatannya menarik dan mendorong setiap peserta untuk
mengikuti pertemuan mulai tanggal 12-14 Juni 2007. Pertemuan ini
merupakan kegiatan dua tahunan, dan dihadiri 47 imam projo dari
berbagai keuskupan di Regio Jawa. Menurut rencana panitia – dalam
hal ini imam projo Malang – pertemuan ini dikemas dalam bentuk "Kampung
Seni Romo Projo se-Jawa." Melalui kampung ini, para peserta dapat
mengeksplorasi kisah-kisah nyata yang dialaminya selama
menggembalakan umat, melalui berbagai bidang seni. Tetapi karena
peserta hanya sedikit, maka eksplorasi seni dipersempit, yakni Kisah
dengan Audio Visual (KDAV) dan Kisah dengan Sapuan Kuas (KDSK).
Kisah dengan Audio Visual
merupakan kreasi seni sinematografi sederhana.
1. Kelompok memilih
salah satu kisah anggota untuk bahan KDAV
2. Proses pengolahan
KDAV:
a. Penyusunan Narasi
dalam Story Board: Runut, Logis, Konsisten.
b. Pengaturan peran
dan persiapan pengambilan gambar.
c. Pengambilan gambar
/ pemotretan.
d. Editing.
e. Tayang Hasil dan
Apresiasi.
3. Kisah lain yang tidak
dipilih akan diolah menjadi buku oleh Unio Malang dan
diterbitkan oleh DIOMA.
KDSK merupakan kreasi seni
kisah dengan sapuan kuas di atas kanvas.
1. Anggota kelompok
sharing tentang hal yang disukai atau disenangi. Kesukaan ini
kemudian dijadikan objek lukisan.
2. Proses kerja Lukis
Cepat dengan kanvas
a. Sapuan untuk latar
belakang
b. Sapuan untuk objek
utama
c.
Finishing
3. Upayakan untuk
memenuhi seluruh bidang kanvas dengan warna
4. Acrilik yang
digunakan untuk melukis akan membekas jika kena kain. Hendaknya
berhati-hati agar baju tidak kotor.
Kami berharap dan bermimpi
Kampung Seni seperti yang dijanjikan sebelumnya, tetapi mimpi itu
tidak terjadi. Salah satu peserta dari Semarang – yakni Rm. Joko,
Pr. – pengin nge-jus … karena tidak ada acara tersebut ya … sempat
kecewa. "Ya … ngoplos anggur misa aja laahhh", katanya. Demikian
juga dengan Fr. Valent dari Keuskupan Bogor, sudah bawa bahannya
segala … Jadinya … 50 kali 2 … cape’ dech!!!!
Akhirnya kami semua
mengikuti semua acara KDAV. Sedangkan yang mengikuti acara KDSK
adalah Rm. Jimmy, Rm. Wahyu, dan Rm. Monang. Seru juga lah!!
Sebelumnya acara pertemuan
dibuka dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Mgr. HJS. Pandoyoputro,
O.Carm. Dalam Misa pembukaan pertemuan tersebut Bapa Uskup dalam
homilinya menyambut baik pertemuan Unio ini sebagai ajang
persaudaraan para imam.
Acara pertemuan ditutup
dengan Misa bersama dengan Ketua Unio Indonesia yakni Rm. Ferry.
Dalam kotbahnya beliau menekankan bahwa pertemuan Unio merupakan
kesempatan bagi para pastor projo se-Regio Jawa untuk saling
membangun persaudaraan. Setiap pastor projo harus bangga dengan
keberadaan Unio.
Peserta dari projo Keuskupan
Bogor yang mengikuti pertemuan tersebut adalah Ketua Unio Keuskupan
Bogor Rm. D.S. Tukiyo, Rm. Wahyu (Sekretaris Unio Bogor), Rm.
Thomas, Rm. Monang, Rm. Jimmy, dan Fr. Valent, CSE. Menarik sekali
motivasi Rm. Thomas dan Rm. Monang untuk ikut ke Malang; walaupun
sebelumnya kedua romo ini sakit. Mereka berdua mau berangkat karena
ingin tahu pertemuan tersebut. Tentu saja mereka tidak lupa membawa
obatnya masing-masing.
Beberapa informasi dari
Pertemuan Unio di Malang:
1. Pertemuan 2 tahun
mendatang di Keuskupan Purwokerto.
2. Romo Budi terpilih
sebagai Romo Koordinator Unio se-Regio Jawa.
3. Musyawarah Nasional (Munas)
Unio di Makasar, tahun 2008.