Home  
 
 

Jadilah Imam Yang Melayani

 

Peristiwa sakral dimana terjadi suatu penyerahan janji dan penyatuan diri sepenuhnya kepada Allah terjadi saat Tahbisan Imam. Jalan hidup yang sudah dipilih untuk menjadi pelayan dan juga gembala bagi umat Allah dikekalkan dalam peristiwa ini. "Jadilah imam yang melayani! Jangan bilang aku sibuk atau tidak ada waktu, saat umat memerlukan!" Itulah sedikit pesan yang disampaikan oleh RP. Yohanes Indrakusuma, O.Carm dalam sambutannya setelah upacara pentahbisan imam baru di gereja St. Matias, Cinere hari Jumat, 10 Agustus 2007.

Keuskupan Bogor boleh berbangga hati, saat ini jumlah pelayan dan gembala umat bertambah lagi. Sore itu Bapa Uskup Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM mentahbiskan 4 imam baru yaitu Albertus Kurniadi Siswo Sumarto, Pr, Gabriel Dari Salib, CSE, Georgius Paulus, CSE dan Valentinus Maria, CSE.

Misa tahbisan imam dimulai pukul 16.30 WIB. Gereja Paroki St. Matias-Cinere penuh dengan umat yang datang dari berbagai paroki di Keuskupan Bogor, untuk menjadi saksi dan memberikan dukungan pada imam-imam baru tertahbis. Misa dilaksanakan secara konselebrasi oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM (Uskup Bogor), Mgr. Joseph Suwatan, MSC (Uskup Manado), RP. Yohanes Indrakusuma, O.Carm (Pemimpin Asosiasi Publik Carmelite Sancti Eliae / CSE), RD. Sefanus Maria Sumardiyo Adipranoto (Rektor Seminari Tinggi St. Petrus dan Paulus, Bandung), RD. Ignatius Heru Wihardono (Pastor Paroki St. Matias, Cinere).

Imamat Suci yang telah diterimakan kepada keempat imam baru melalui penumpangan tangan uskup, menjadikan mereka, mulai saat itu menjadi pelayan umat Allah dan menjadi saksi iman Gereja. Sebagai murid-murid kristus yang telah dipilih untuk menjadi gembala umat yang telah dipercayakan kepadanya, hendaknya para imam ini menyadari betul bahwa tugas yang diembannya sangat berat. Mereka dikukuhkan menjadi gembala yang melayani umat Allah dan bukan untuk dilayani atau dimanjakan.

Imam-imam baru tertahbis mempunyai jalan mereka sendiri dan peristiwa yang membawa mereka pada panggilan suci. RD. Albertus Kurniadi Siswo Sumarto atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Romo Adi, mengawali semuanya mulai dari rasa kagum terhadap penampilan calon imam yang dilihatnya. Peristiwa inilah yang membuatnya bertanya dalam hatinya akankah kelak ia bisa menjadi seperti mereka. Dan akhirnya ia membulatkan tekadnya untuk menentukan jalan hidup yang ingin ia jalani. Setelah melalui perjalanan panjang yang berliku akhirnya ia dikukuhkan menjadi seorang imam melalui penumpangan tangan Uskup. Dan dalam panggilan hidupnya ini Romo Adi mempunyai motto : Katakan pada-Nya: "Ecce ego quia vocastime." - "Inilah saya, sebab Engkau telah memanggilku."

Berbeda dengan Romo Adi, pastor Valentinus Maria, CSE mengawali ketertarikannya akan dunia kaum berjubah sewaktu ia mengenal seorang pastor misionaris ordo Karmel dari Belanda yang sering mengunjungi keluarganya. Seiring berjalannya waktu, dan dalam kebingungannya dalam menentukan jalan dan panggilan hidup mana yang cocok untuk dirinya, dorongan untuk menjadi biarawan dalam dirinya semakin kuat. Dan dalam kelemahan fisiknya (sering sakit) ia bisa menyelesaikan studinya dan mantap untuk menapaki jalan panggilannya. Dengan motto : "Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku", akhirnya ia ditahbiskan menjadi imam CSE.

Pastor Georgius Paulus, CSE memulai ketertarikannya akan kehidupan biarawan saat ia menyadari bahwa imam itu sungguh-sungguh suci, ada sesuatu yang menyucikan mereka dari dalam. Perjalanannya dalam mencari kebenaran dan kerajaan Allah sungguh berliku dan terjal. Ia sempat merasakan bahwa ia tidak memerlukan Tuhan dalam hidupnya. Dan Tuhan menyadarkannya melalui berbagai peristiwa yang ia alami dalam hidup. Tuhan menunjukkan jalan dan mengarahkannya ke jalan yang benar yang harus ia tapaki. "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Melalui momen-momen yang membawanya kepada pertobatan akhirnya ia mengatakan "YA" akan panggilan Tuhan dan menapakinya dengan mantap

"Orang Kristen tidak dipanggil untuk hidup tenang dan tanpa tantangan, tetapi dengan tenang menghadapi tantangan." Inilah motto Pastor Gabriel dari Salib, CSE. Benih panggilan yang sudah tertanam dalam dirinya sejak dia SD, akhirnya menjadikan dia seorang imam setelah melalui perjalanan iman. Dalam perjalanannya Tuhan telah mengajarkan banyak hal hingga ia menemukan panggilan hidup yang tetap dipelihara Tuhan tumbuh dalam dirinya. Dan ia yakin bahwa inilah panggilannya menjadi seorang imam, pelayan Tuhan dan umatNya.

Proficiat buat keempat imam baru tertahbis. Perjalanan masih panjang. Semoga pastor-pastor kita ini tetap menjadi imam yang setia kepada Tuhan dan mampu melayani serta menjadi gembala umat Allah. Semoga mereka selalu dapat menjalankan segala tugas yang diberikan dan menjadi panutan bagi umat. Selamat Berkarya Pastor. (Ririn)

 

 

Umat mempunyai kesan-kesan tersendiri terhadap keempat imam tertahbis saat mereka melaksanakan pastoral. Berikut kesan-kesan umat dikutip dari buku kenangan tahbisan.

"Frater seorang yang senang bercanda. Tidak sulit, tidak senang terlalu dilayani. Meskipun nampaknya diam, tapi bila sudah kenal ia sangat terbuka. Aktif, di antaranya dalam pendampingan kaum muda juga komunitas penghias altar. Frater banyak memberikan saran-saran. Sederhana dan baik. Pesan: jangan berubah kecuali menjadi lebih baik. Semoga akan selalu setia pada panggilannya." (Ibu Djudju, Bag. RumahTangga Pastoran Paroki St. Thomas - Kelapa Dua)

"Fr. Valentinus adalah pribadi yang pendiam tetapi teguh dan sungguh. Ia seorang yang senang menolong, dimanapun dan siapapun yang membutuhkan bantuannya. Pandai membawakan homlli. Pesan: Frater tetap teguh pada panggilan dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan" (lbu Lenny, Sekretaris Paroki BMV Katedral – Bogor)

Frater George pada dasarnya baik, rendah hati, dan penuh keramahtamahan terhadap semua golongan, baik tua, muda, maupun anak-anak. Frater George layak dan pantas menjadi imam, melihat sikapnya sehari-hari, semua sifat Yesus ada padanya Selamat datang sebagai gembala umat, semoga imamatnya langgeng dan tahan uji."

(Bapak Soehardi, Lingkungan Rafael, Koordinator Prodiakon Paroki St. Matias Cinere)

"Frater Gabriel orangnya tegas, komunikatif, dan pandai bergau. Frater juga penuh perhatian pada umat. Pokoknya dia itu calon pastor yang baik. Semoga Frater tetap konsisten dalam menjalankan imamatnya (Bapak O. J. Widodo, Koordinator Kursus Persiapan Perkawinan Paroki Kristus Raja - Serang)

 

***


 

Home

   

Copyright © 2007, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor
Jl. Kapten Muslihat No. 22 Bogor