Keuskupan Bogor boleh
berbangga hati, saat ini jumlah pelayan dan gembala umat bertambah
lagi. Sore itu Bapa Uskup Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM
mentahbiskan 4 imam baru yaitu Albertus Kurniadi Siswo Sumarto, Pr,
Gabriel Dari Salib, CSE, Georgius Paulus, CSE dan Valentinus Maria,
CSE.
Misa tahbisan imam dimulai
pukul 16.30 WIB. Gereja Paroki St. Matias-Cinere penuh dengan umat
yang datang dari berbagai paroki di Keuskupan Bogor, untuk menjadi
saksi dan memberikan dukungan pada imam-imam baru tertahbis. Misa
dilaksanakan secara konselebrasi oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur,
OFM (Uskup Bogor), Mgr. Joseph Suwatan, MSC (Uskup Manado), RP.
Yohanes Indrakusuma, O.Carm (Pemimpin Asosiasi Publik Carmelite
Sancti Eliae / CSE), RD. Sefanus Maria Sumardiyo Adipranoto (Rektor
Seminari Tinggi St. Petrus dan Paulus, Bandung), RD. Ignatius Heru
Wihardono (Pastor Paroki St. Matias, Cinere).
Imamat Suci yang telah
diterimakan kepada keempat imam baru melalui penumpangan tangan
uskup, menjadikan mereka, mulai saat itu menjadi pelayan umat Allah
dan menjadi saksi iman Gereja. Sebagai murid-murid kristus yang
telah dipilih untuk menjadi gembala umat yang telah dipercayakan
kepadanya, hendaknya para imam ini menyadari betul bahwa tugas yang
diembannya sangat berat. Mereka dikukuhkan menjadi gembala yang
melayani umat Allah dan bukan untuk dilayani atau dimanjakan.
Imam-imam baru tertahbis
mempunyai jalan mereka sendiri dan peristiwa yang membawa mereka
pada panggilan suci. RD. Albertus Kurniadi Siswo Sumarto atau yang
biasa dipanggil dengan sebutan Romo Adi, mengawali semuanya mulai
dari rasa kagum terhadap penampilan calon imam yang dilihatnya.
Peristiwa inilah yang membuatnya bertanya dalam hatinya akankah
kelak ia bisa menjadi seperti mereka. Dan akhirnya ia membulatkan
tekadnya untuk menentukan jalan hidup yang ingin ia jalani. Setelah
melalui perjalanan panjang yang berliku akhirnya ia dikukuhkan
menjadi seorang imam melalui penumpangan tangan Uskup. Dan dalam
panggilan hidupnya ini Romo Adi mempunyai motto : Katakan pada-Nya:
"Ecce ego quia vocastime." - "Inilah saya, sebab Engkau telah
memanggilku."
Berbeda dengan Romo Adi,
pastor Valentinus Maria, CSE mengawali ketertarikannya akan dunia
kaum berjubah sewaktu ia mengenal seorang pastor misionaris ordo
Karmel dari Belanda yang sering mengunjungi keluarganya. Seiring
berjalannya waktu, dan dalam kebingungannya dalam menentukan jalan
dan panggilan hidup mana yang cocok untuk dirinya, dorongan untuk
menjadi biarawan dalam dirinya semakin kuat. Dan dalam kelemahan
fisiknya (sering sakit) ia bisa menyelesaikan studinya dan mantap
untuk menapaki jalan panggilannya. Dengan motto : "Aku hidup, tetapi
bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di
dalam aku", akhirnya ia ditahbiskan menjadi imam CSE.
Pastor Georgius Paulus, CSE
memulai ketertarikannya akan kehidupan biarawan saat ia menyadari
bahwa imam itu sungguh-sungguh suci, ada sesuatu yang menyucikan
mereka dari dalam. Perjalanannya dalam mencari kebenaran dan
kerajaan Allah sungguh berliku dan terjal. Ia sempat merasakan bahwa
ia tidak memerlukan Tuhan dalam hidupnya. Dan Tuhan menyadarkannya
melalui berbagai peristiwa yang ia alami dalam hidup. Tuhan
menunjukkan jalan dan mengarahkannya ke jalan yang benar yang harus
ia tapaki. "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Melalui momen-momen
yang membawanya kepada pertobatan akhirnya ia mengatakan "YA" akan
panggilan Tuhan dan menapakinya dengan mantap
"Orang Kristen tidak
dipanggil untuk hidup tenang dan tanpa tantangan, tetapi dengan
tenang menghadapi tantangan." Inilah motto Pastor Gabriel dari Salib,
CSE. Benih panggilan yang sudah tertanam dalam dirinya sejak dia SD,
akhirnya menjadikan dia seorang imam setelah melalui perjalanan iman.
Dalam perjalanannya Tuhan telah mengajarkan banyak hal hingga ia
menemukan panggilan hidup yang tetap dipelihara Tuhan tumbuh dalam
dirinya. Dan ia yakin bahwa inilah panggilannya menjadi seorang
imam, pelayan Tuhan dan umatNya.
Proficiat buat keempat imam
baru tertahbis. Perjalanan masih panjang. Semoga pastor-pastor kita
ini tetap menjadi imam yang setia kepada Tuhan dan mampu melayani
serta menjadi gembala umat Allah. Semoga mereka selalu dapat
menjalankan segala tugas yang diberikan dan menjadi panutan bagi
umat. Selamat Berkarya Pastor. (Ririn)
Frater George pada dasarnya
baik, rendah hati, dan penuh keramahtamahan terhadap semua golongan,
baik tua, muda, maupun anak-anak. Frater George layak dan pantas
menjadi imam, melihat sikapnya sehari-hari, semua sifat Yesus ada
padanya Selamat datang sebagai gembala umat, semoga imamatnya
langgeng dan tahan uji."
(Bapak Soehardi, Lingkungan
Rafael, Koordinator Prodiakon Paroki St. Matias Cinere)