|
Kaum Muda Yang Kreatif
Dan Sportif
Minggu, 10 Agustus yang lalu Dekenat Tengah Keuskupan Bogor
mengadakan pertemuan para kaum muda seperti tahun – tahun
sebelumnya. Dan seperti tahun – tahun sebelumnya pula acara
yang diselenggarakan pun tidak jauh berbeda yaitu PORSENI (Pekan
Olahraga dan Seni). Yang menjadi tuan rumah adalah Paroki St.
Joannes Baptista - Parung dan untuk acaranya mengambil tempat
di kompleks sekolah Marsudirini - Parung. Tetapi perlu
diketahui bahwa porseni pada kali ini cukup memberikan warna
yang berbeda karena tentunya dari pihak panitia pun telah
melakukan persiapan sebaik mungkin agar porseni kali ini
memperoleh kesan dan pesan yang berbeda pula bagi para peserta
dan partisipan lainya.
Porseni yang bertema “KAUM MUDA YANG KREATIF DAN SPORTIF”
dengan pesertanya adalah Paroki St. Perawan Maria Katedral -
Bogor, Paroki St. Fransiskus Asisi - Sukasari, Paroki Keluarga
Kudus - Cibinong, Paroki St. Andreas - Ciluar, Paroki St.
Yakobus - Megamendung, Paroki St. Maria Bunda Segala Bangsa -
Cileungsi, Seminari Menengah Stella Maris - Bogor, dan Gereja
Mahasiswa Bogor ini sungguh meriah dan ramai untuk ditonton.
Bahkan para peserta pun sudah siap dari pagi untuk mengikuti
acara dengan transportasi masing – masing. Adapun yang
dipertandingkan dalam Porseni kali ini adalah 3 on 3 Basket
Putri, Basket Putra, Mini Soccer Putra, Voli campuran, Tarik
Tambang dan games spontan untuk para suporter.
Acara demi acara berlangsung dengan seru dan menarik dari para
peserta hingga waktu sudah tengah hari. Hal tersebut
dikarenakan para peserta dari masing – masing perwakilan
memiliki sikap partisipasi aktif dalam mengikuti semua acara
yang telah direncanakan panitia. Setelah waktu agak siang
mulai terlihat wajah – wajah para imam yang berkarya di
Keuskupan Bogor terutama yang ada di Dekenat Tengah seperti
RD. Ridwan, RD. Endro, RD. Haruno, RD. Tarno, RD. Tri Harjono,
RD. Tanto, RD. Thomas, dan RD. Wahyu (Rangkasbitung). Bahkan
Bapa Uskup pun menyempatkan untuk datang dan menyaksikan
pertandingan – pertandingan. Para romo ikut terlibat dalam
pertandingan bola voli melawan mudika Parung dan dimenangkan
oleh mudika Parung. Walaupun kalah para romo terlihat gembira
dan senang karena yang dicari adalah semangat persaudaraan
dari para peserta.
Acara terus berlangsung hingga sore hari dan walaupun sudah
sore tetapi pertandingan malah semakin seru karena semakin
mendekati partai final dari masing – masing cabang olahraga
yang dipertandingkan. Pada partai final basket terjadi
pertandingan seru antara Paroki Ciluar dan Paroki Katedral dan
ternyata dimenangkan oleh pihak Katedral. Lalu dari cabang
mini soccer pada partai finalnya, terjadi pertarungan yang
lebih seru lagi karena telah bertemu dua kubu yang terkenal
dengan permainannya yang mematikan yaitu Seminari Stella Maris
dan Paroki Cibinong. Pertandingan yang alot ini akhirnya
menghantarkan keduanya ke babak adu penalti yang akhirnya
membawa pihak Seminari menjadi pemenangnya dengan gol
tunggalnya sedangkan Seminari dari awal pertandingan belum
kebobolan sama sekali. Hal ini sekaligus membawa salah seorang
pemain dari pihak Seminari menjadi pemain terbaik dan top
scorer. Sedangkan dari cabang bola voli yang menjadi juara
adalah Paroki Cibinong. Sayang beberapa pertandingan ada yang
tidak dilaksanakan seperti tarik tambang dan games–games
spontan, tetapi terlepas dari itu semua jelas tercetak di
wajah para peserta bahwa mereka menyukai acara ini.
Pertandingan-pertandingan ini dimulai serentak sekitar pukul
09.00 dan berahir sekitar pukul 17.00.
Pertandingan-pertandingan inipun akan terasa hambar jika tanpa
suporter dari masing-masing Paroki yang selalu memberikan
dukungan kepada wakil mereka dengan penuh semangat, aktif dan
kreatif. Nah, Paroki Ciluar adalah Paroki yang berhak membawa
pulang gelar sebagai suporter terbaik pada event kali ini.
Walaupun dalam proses melaksanakan pertandingan-pertandingan
itu banyak terjadi kesalahan sehingga dapat menyebabkan emosi
naik, namun dalam kenyataannya setelah pertandingan berakhir
dengan hasil ada yang menang dan ada yang kalah kita tetap
sportif, satu dan kompak sebagai kaum muda gereja. (Agustinus
& Dion)
|