|
Laudate Christe Juara
Laudate Christe begitulah nama
kelompok koor Paroki Kristus Raja Serang yang berhasil memboyong
piala juara I lomba koor se-Keuskupan Bogor. Perlombaan dilaksanakan
di Gereja Katedral Bogor pada tanggal 8 September 2007. Laudate
Christe berarti Pujilah Tuhan! Tentu saja tidak sembarangan memuji
dalam sebuah lagu, tentulah pujian yang terbaik yang dikumandangkan
untuk Tuhan. Inilah yang membedakan koor gerejawi dengan kelompok
paduan suara lainnya. Dengan komitmen ini Laudate Christe berusaha
keras dan seoptimal mungkin berlatih dan berupaya membawakan pujian
sebaik mungkin. Hal ini telah dibuktikan dalam lomba paduan suara
gerejawi di Katedral Bogor yang diikuti oleh 13 paduan suara (dari
21 paroki yang ada di Keuskupan Bogor). Lomba ini menjadikan rumah
Tuhan selama satu hari itu penuh dengan simfoni surgawi.
Untuk menjadi sebuah kelompok koor yang baik, Laudate Christe
menyeleksi setiap orang untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Setelah mengadakan seleksi dilanjutkan dengan latihan setiap minggu.
Secara khusus untuk lomba koor keuskupan ini, Laudate Christe telah
mempersiapkan diri sebaik mungkin selama 3 bulan. Latihan dilakukan
dengan serius mengingat lagu yang dipersiapkn panitia cukup sulit.
Adapun lagu wajib yang dilombakan berjudul Bunda Maria Bintang
Pedoman ciptaan Paul Widyawan, sedangkan lagu pilihannya tersedia 3
buah lagu inkulturasi gaya Batak berjudul Raja Mahakuasa,
inkulturasi gaya Flores berjudul Harapan Paskah dan inkulturasi gaya
Jawa Tengah berjudul Raja Agung.
Dewan juri lomba paduan suara ini merupakan orang-orang yang ahli di
bidangnya dan diambil dari luar keuskupan. Mereka adalah Bpk. Paul
Widyawan dan Rm. Prier. Menurut para juri, mutu penjiwaan lagu
dibawakan dengan baik sehingga hampir semua paduan suara bernyanyi
dengan baik dan dengan hati. Berdasarkan hasil penilaian yang
dilakukan oleh dewan juri maka kelompok koor dari Paroki Kristus
Raja Serang memperoleh nilai tertinggi dengan demikian dinyatakan
sebagai juara I. Hasil ini memberikan kegembiraan dan sukacita bagi
anggota kelompok, demikian ungkapan seorang anggota yang mengikuti
lomba. Rasanya persiapan yang melelahkan tidak sia-sia. Adapun hasil
juara lomba adalah sebagai berikut: juara I: Paroki Kristus Raja -
Serang, juara II: Paroki Matius – Depok Tengah, juara III: Paroki
Matias – Cinere. Juara pertama dalam lomba ini dipercaya untuk
mengiringi misa penutupan Temu Pastoral di Cikanyere pada tanggal 27
Oktober 2007.
Acara lomba yang bertema “Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya”
diselenggarakan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Bogor. Acara ini
dibuka oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM yang setia mendampingi
peserta sampai selesai. Perwakilan-perwakilan umat se-Keuskupan
Bogor juga hadir menyaksikan perlombaan tersebut. (Cella)
* * * |