Home  
 
Media Komunikasi Keuskupan Bogor - M E K A R - Edisi Oktober - Desember 2007
 

Perayaan Santo Tarsisius, Pelindung Misdinar
Se-Dekenat Utara

          

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Sabtu, 11 Agustus 2007, para misdinar Se-Dekenat Utara berkumpul bersama merayakan hari ulang tahun Santo Tarsisius. Dekenat Utara terdiri dari 6 paroki, yaitu Paroki St. Markus - Depok Timur, Paroki St. Matheus - Depok Tengah, Paroki St. Paulus - Depok Lama, Paroki St. Herkulanus - Depok Jaya, Paroki St. Matias - Cinere, dan Paroki St. Thomas - Kelapa Dua. Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun dengan tuan rumah yang bergiliran. Untuk tahun ini, Paroki St. Paulus - Depok Lama berkesempatan menjadi tuan rumah. Acara kali ini dipusatkan di Sekolah Mardi Yuana Depok. Acara yang bertemakan “Seem’s Like Teen’s Spirit” ini dimulai dengan acara bernyanyi sambil berjoget bersama yang dipandu oleh Frater Theo.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia dan sambutan dari Romo Agung. Untuk lebih menyemarakkan suasana sebelum memanjatkan doa pembukaan, Romo Agung mengajak para misdinar bernyanyi bersama. Acara ini juga dihadiri oleh Romo Gatot dari Paroki St. Matheus, Romo Markus dari Paroki St. Markus, dan Romo George yang baru saja ditahbiskan. Kami semua merasa senang dan bangga karena semua pihak mendukung kegiatan kami ini.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang ini bertujuan untuk memupuk semangat anak muda masa kini. Sesuai dengan tema di atas, maka konsep acara pun dibuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu berbentuk outdoors. Dalam konsep acara ini, para peserta diarahkan untuk menggunakan tenaga, pikiran, dan kecepatan dalam berpikir dan bekerja sama dalam satu kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 9-10 orang yang telah dipilih secara acak, jadi tidak ada lagi yang namanya kelompok paroki. Dengan demikian, kebersamaan semakin tertanam di dalam diri para misdinar. Setiap kelompok harus melewati beberapa pos dan menunjukan yel-yel-nya. Setiap pos memiliki rintangan dan tingkat kesulitan yang berbeda. Penjaga pos berhak menentukan poin dari setiap kelompok, apakah kelompok tersebut kompak dan mampu bekerja sama atau tidak. Peserta harus melakukan apa yang sudah ditentukan oleh penjaga pos dalam waktu yang sudah tentukan pula. Kelompok dengan poin paling tinggi akan mendapatkan kenang-kenangan dari panitia.

Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Dengan menu yang sederhana, semangat dan kebersamaan kami tetap terjaga. Selesai makan siang, kembali kami melanjutkan kegiatan. Penjaga pos kembali ke pos masing-masing, sedangkan para peserta melanjutkan perjalanannya, yaitu berjalan dari satu pos ke pos yang lain. Karena hari semakin sore, kegiatan pun dihentikan dan dilanjutkan dengan serah terima piala bergilir dari Misdinar Paroki St. Markus - Depok Timur kepada Misdinar Paroki St. Thomas - Kelapa Dua. Piala bergilir tersebut menandakan siapa yang akan menjadi tuan rumah pada acara di tahun 2008.
Kami berharap semoga dengan kegiatan ini para misdinar dapat melanjutkan karya pelayanan dari St. Tarsisius dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar. Jadi, sampai bertemu lagi tahun depan di Paroki St. Thomas - Kelapa Dua. God Bless You.
(M. Ajeng, Paroki St. Matheus - Depok Tengah)

 

* * *

 

Home

   

 

 

Copyright © 2007, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor
Jl. Kapten Muslihat No. 22 Bogor