|
Perayaan Santo
Tarsisius, Pelindung Misdinar
Se-Dekenat Utara
Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada
Sabtu, 11 Agustus 2007, para misdinar Se-Dekenat Utara berkumpul
bersama merayakan hari ulang tahun Santo Tarsisius. Dekenat Utara
terdiri dari 6 paroki, yaitu Paroki St. Markus - Depok Timur, Paroki
St. Matheus - Depok Tengah, Paroki St. Paulus - Depok Lama, Paroki
St. Herkulanus - Depok Jaya, Paroki St. Matias - Cinere, dan Paroki
St. Thomas - Kelapa Dua. Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun
dengan tuan rumah yang bergiliran. Untuk tahun ini, Paroki St.
Paulus - Depok Lama berkesempatan menjadi tuan rumah. Acara kali ini
dipusatkan di Sekolah Mardi Yuana Depok. Acara yang bertemakan
“Seem’s Like Teen’s Spirit” ini dimulai dengan acara bernyanyi
sambil berjoget bersama yang dipandu oleh Frater Theo.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia dan sambutan
dari Romo Agung. Untuk lebih menyemarakkan suasana sebelum
memanjatkan doa pembukaan, Romo Agung mengajak para misdinar
bernyanyi bersama. Acara ini juga dihadiri oleh Romo Gatot dari
Paroki St. Matheus, Romo Markus dari Paroki St. Markus, dan Romo
George yang baru saja ditahbiskan. Kami semua merasa senang dan
bangga karena semua pihak mendukung kegiatan kami ini.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang ini bertujuan untuk
memupuk semangat anak muda masa kini. Sesuai dengan tema di atas,
maka konsep acara pun dibuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,
yaitu berbentuk outdoors. Dalam konsep acara ini, para
peserta diarahkan untuk menggunakan tenaga, pikiran, dan kecepatan
dalam berpikir dan bekerja sama dalam satu kelompok. Setiap kelompok
terdiri dari 9-10 orang yang telah dipilih secara acak, jadi tidak
ada lagi yang namanya kelompok paroki. Dengan demikian, kebersamaan
semakin tertanam di dalam diri para misdinar. Setiap kelompok harus
melewati beberapa pos dan menunjukan yel-yel-nya. Setiap pos
memiliki rintangan dan tingkat kesulitan yang berbeda. Penjaga pos
berhak menentukan poin dari setiap kelompok, apakah kelompok
tersebut kompak dan mampu bekerja sama atau tidak. Peserta harus
melakukan apa yang sudah ditentukan oleh penjaga pos dalam waktu
yang sudah tentukan pula. Kelompok dengan poin paling tinggi akan
mendapatkan kenang-kenangan dari panitia.
Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Dengan menu yang
sederhana, semangat dan kebersamaan kami tetap terjaga. Selesai
makan siang, kembali kami melanjutkan kegiatan. Penjaga pos kembali
ke pos masing-masing, sedangkan para peserta melanjutkan
perjalanannya, yaitu berjalan dari satu pos ke pos yang lain. Karena
hari semakin sore, kegiatan pun dihentikan dan dilanjutkan dengan
serah terima piala bergilir dari Misdinar Paroki St. Markus - Depok
Timur kepada Misdinar Paroki St. Thomas - Kelapa Dua. Piala bergilir
tersebut menandakan siapa yang akan menjadi tuan rumah pada acara di
tahun 2008.
Kami berharap semoga dengan kegiatan ini para misdinar dapat
melanjutkan karya pelayanan dari St. Tarsisius dengan penuh semangat
dan tanggung jawab. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan
ini sehingga dapat berjalan dengan lancar. Jadi, sampai bertemu lagi
tahun depan di Paroki St. Thomas - Kelapa Dua. God Bless You.
(M. Ajeng, Paroki St. Matheus - Depok Tengah)
* * * |