|
PESAN NATAL BERSAMA
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
DAN
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
2007
“HIDUPLAH DENGAN BIJAKSANA, ADIL, DAN BERIBADAH”
(bdk. Titus 2:12)
Kepada segenap
umat Kristiani Indonesia di mana pun berada, salam sejahtera dalam
Kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Kasih karunia Allah
Kita mengucap syukur kepada Allah atas kelahiran Yesus Kristus,
Juruselamat kita, karena dalam Dialah “kasih karunia Allah yang
menyelamatkan semua manusia sudah nyata” (Titus 2:11). Kristus
datang ke dunia supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Kasih
karunia Allah yang tampak dalam diri Yesus Kristus itu pertama-tama
membuat kita sanggup meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan
duniawi (Titus 2:12), lalu mendidik kita untuk “hidup bijaksana,
adil dan beribadah” (Titus 2:12).
Kasih karunia Allah itu mendidik kita untuk menjadi bijaksana dan
penuh penguasaan diri. Kita telah dipanggil untuk mengikuti Kristus
dan telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti-Nya. Dalam setiap
saat dan kesempatan, kita diajar mendengarkan firman Allah dan hidup
sesuai dengan firman itu, seperti Kristus sendiri hidup dalam
ketaatan penuh kepada Bapa.
Kebijaksanaan Kristiani ini haruslah memancar dalam hubungan dengan
sesama. Dalam diri Anak-Nya Allah memberikan keselamatan kepada
semua manusia, tanpa memandang suku, status sosial, dan agama. Allah
menjadi manusia untuk menebusnya dari segala cela dan dosanya.
Seperti Allah mengasihi semua orang, kita pun dipanggil untuk
mengasihi sesama manusia, lebih-lebih sesama yang dipertemukan oleh
Allah dengan kita dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Ketika kita
bersikap dan bertindak seperti Allah, kita berlaku adil. Kita telah
menerima kasih dari Allah, dan Allah menghendaki agar kita membawa
kasih itu kepada sesama.
Kehendak Allah hanya dapat kita mengerti bila kita sendiri memiliki
hubungan yang akrab dengan-Nya. Dalam ibadah yang kita lakukan, kita
mendengarkan firman Allah dan membina hubungan dengan Allah. lbadah
yang sejati membawa manusia pada kebahagiaan karena hakikat
kehidupan beragama adalah hidup dalam hubungan pribadi dengan Allah
dan ikut mengambil bagian dalam karya Allah untuk mengasihi manusia
dan dunia.
Usaha-usaha kasih
Demi terwujudnya kesejahteran bersama, rakyat telah memilih
orang-orang yang dipercaya untuk memperhatikan dan melayani
kepentingan umum. Walaupun ada di antara mereka yang dipilih itu
justru sibuk mengurusi kepentingan sendiri dan lebih mempedulikan
kekuasaan daripada kesejahteraan bersama, tidak dipungkiri bahwa ada
banyak orang yang penuh kesungguhan hati melayani sesama.
Dengan dukungan pemerintah atau dengan usaha sendiri, mereka telah
berjuang membantu sesama warga bangsa untuk mencapai kesejahteraan
dan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Menurut kemampuan
masing-masing, banyak anggota masyarakat, baik secara pribadi maupun
dalam kelompok, telah berjuang memajukan pendidikan bagi anak-anak
bangsa karena sadar bahwa kemajuan bangsa ini sangat ditentukan oleh
pendidikan mereka di masa sekarang.
Tak henti-hentinya kita berharap agar seluruh warga bangsa dapat
hidup dengan rukun dan damai. Karena itu, kita berdialog dengan
berbagai kelompok agama dan masyarakat supaya setiap warga dapat
menjalankan kehidupan imannya secara lebih penuh tanpa rasa takut
dan curiga satu sama lain. Berbagai hambatan dan kesulitan dalam
usaha dialog ini telah kita lalui dan tidak perlu membuat kita patah
semangat.
Layak pula kita syukuri bahwa bangsa kita telah sanggup bertahan
menghadapi berbagai bencana yang datang melanda negeri kita. Semua
itu tidak membuat kita putus asa dan berhenti berusaha. Sebaliknya,
seluruh warga bangsa bahumembahu membantu sesama yang ditimpa
bencana dan malapetaka sehingga mereka tidak terhimpit dalam
penderitaan yang berkepanjangan.
Hidup bijaksana, adil, dan beribadah
Dalam segala usaha untuk memajukan kesejahteraan masyarakat,
memajukan pendidikan, dan menciptakan kerukunan itu baiklah kita
ingat akan kasih karunia Allah yang telah dinyatakan dalam diri
Kristus. Kasih karunia itu telah mendidik kita dan memberi kita
kemampuan agar sanggup hidup secara bijaksana, adil, dan beribadah.
Untuk mewujudkan hal itu kami mengajak seluruh umat Kristiani
Indonesia memperhatikan hal-hal berikut:
-
Tekun mendengarkan
firman Allah yang tertulis dalam Kitab Suci agar kebijaksanaan ilahi
meresapi pikiran dan hati kita. Kita menyadari bahwa kemajuan zaman
merupakan tantangan tersendiri bagi kehidupan iman kita. Karena itu,
hendaknya anak-anak, remaja, dan kaum muda sejak dini diajar untuk
mendengarkan firman Allah dan menaatinya.
-
Tetap melibatkan
diri dalam usaha-usaha untuk memajukan kesejahteraan umum dan untuk
mencerdaskan anak-anak bangsa. Dengan cara ini, secara nyata kita
menjalankan perintah Allah untuk berlaku adil kepada semua orang dan
mengasihi sesama tanpa memandang suku, agama, maupun golongan. Dalam
segala usaha ini marilah kita memohon bantuan Tuhan agar la
menganugerahkan kesejahteraan bagi bangsa kita, kebijaksanaan bagi
para pemimpin bangsa kita, dan keamanan bagi negeri kita.
-
Menjalankan ibadah
sejati kepada Allah untuk meningkatkan bakti kepada Tuhan dan
menghindarkan diri dari ibadah yang basa-basi. lbadah sejati tidak
dijalankan untuk memamerkan kesalehan tetapi untuk membina hubungan
pribadi dengan Allah sehingga benar-benar menghasilkan buah nyata
dalam tindakan. Karena itu, hendaknya kita menjauhkan diri dari
segala tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah seperti
korupsi, penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan, dan sebagainya.
Kita dipanggil untuk mengembangkan dan memelihara kebebasan yang
bertanggung jawab agar semua warga bangsa dapat menjalankan ibadah
dengan leluasa sesuai tatacara agama masing-masing dan kekayaan
budaya para pemeluknya.
Akhirnya, marilah
kita memohon kebijaksanaan Allah agar kita sanggup memahami firman
Allah dan hidup menurut firman itu, sebagaimana Kristus sendiri
hidup dalam ketaatan penuh kepada Bapa.
SELAMAT NATAL
2007
DAN
TAHUN BARU 2008
Jakarta, Medio November 2007
Majelis Pekerja
Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
Pdt. Dr. A. A. Yewangoe
Ketua Umum
Pdt. Dr. Richard M. Daulay
Sekretaris Umum
Konferensi Waligereja Indonesia
Mgr. Martinus D. Situmorang, OFM.Cap.
Ketua
Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka, MSF.
Sekretaris Jenderal
* * * |