|
Natal Jangan
Cepat Berlalu
Oleh : RD. Jimmy J. Rampengan
Tak terasa waktu berjalan terus,
setelah segala kegiatan beriman di Paroki dan di keuskupan tercinta
berlangsung, kini umat beriman Katolik memasuki masa natal. Natal
yaitu peringatan kelahiran Tuhan Yesus Kristus, sang Juruselamat
kita. Hal ini ditandai dengan kesibukan dan persiapan panitia Natal
untuk menyambut perayaan kelahiran Yesus. Kita ingin perayaan natal
berkesan dan memberikan harapan yang tertinggal dalam
hidup.
Sebelum memasuki masa natal, kita biasa menyambutnya dengan masa
advent. Advent artinya penantian. Jadi masa advent adalah masa
penantian. Siapa yang dinantikan ialah Sang Juruselamat. Masa advent
selama 4 minggu dilaksanakan Gereja untuk mempersiapkan kelahiran
Yesus bagi kita. Karena itu pada masa ini, Gereja Katolik tidak
boleh merayakan natal. Aktifitas dalam masa advent berupa renungan
pribadi, renungan di lingkungan yang dilaksanakan di masing-masing
paroki. Intinya: pertobatan diri agar hati kita pantas menerima
Yesus yang lahir. Penyucian diri kita menjadi dasar pertobatan
selama masa advent. Adapula yang menjadi kekhasan masa advent yakni
membuat lingkaran advent. Lingkaran advent menjadi simbol penantian
agar selama masa advent umat bekerja sama sambil berdoa dengan
terang Kristus selama 4 minggu. Lingkaran advent biasa berbentuk
lingkaran yang terbuat dari besi atau rotan dan dihias dengan daum
cemara, pita berwarna ungu dengan 4 lilin di atasnya.
Wah sungguh menyenangkan menantikan kelahiran Tuhan..... Menantikan
kedatangan Kristus, bukan hanya rohani saja tetapi juga jasmani yang
sudah menjadi tradisi. Kelahiran Kristus adalah kelahiran yang penuh
sukacita. Ada kebiasaan di dalam keluarga kristiani dalam merayakan
kelahiran Tuhan yakni dengan membuat kue natal, parcel, kartu natal
bahkan tidak ketinggalan lagu natal, baju natal, pohon natal, hadiah
natal, pohon kastuba yang berwarna merah dan hijau menghiasi rumah.
Lampion natal juga menyemarakkan pesta kelahiran Tuhan. Suasana
natal adalah suasana ceria penuh sukacita karena Tuhan sudah datang.
Pokoknya asik.......
Menyambut natal terasa tidak hanya pada pesta pora yang larut dalam
kegemerlapan dan keramaian. Namun di balik sukacita itu Allah
menghadirkan kemuliaannya: Gloria in Excelcis Deo. “Kemuliaan
bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di
antara manusia yang berkenan padaNya” (Luk 2:14). Allah menjadi
manusia, peristiwa ini takkan terlupakan. Dalam sebuah gua/kandang
natal, Allah hadir melalui perawan Maria. Para gembala bersukacita
diberi kabar oleh malaikat: Ada seorang Raja telah lahir (Luk 2:15).
Peristiwa kelahiran disimbolkan kembali dengan gua natal. Gua natal
yang menjadi hiasan dalam perayaan natal di rumah dan di
gereja-gereja. Peristiwa natal muncul dari Eropa. Orang Eropa
merayakannya dengan pohon terang. Pohon yang dihiasi dengan
lampu-lampu natal di rumah, di gereja, di jalan, di toko, mall dan
di mana-mana di pasang sebagai tanda datangnya natal. Meriah sekali
rasanya natal itu. Ditambah dengan adanya Sinterklas: Bapak tua yang
berjenggot putih dengan keretanya membawa hadiah dan piet hitam yang
menakutkan itu. Anak sekolah minggu sangat menyukainya.
Merayakan natal dengan mengunjungi saudara, kerabat, keluarga, orang
yang telah tua, tetangga kristiani dan menjadikan perayaan natal
sebagai hari keluarga: natal keluarga. Bersalam-salaman mengucapkan
“selamat natal”, “merry christmas” keluar dari bibir yang
penuh sukacita karena Kristus penebus lahir, Penasehat ajaib, Allah
yang berkuasa, Bapa yang kekal, Raja damai (Yes 9:1-6). Suasana
seperti ini dirasakan umat kristiani setiap kali merayakan natal.
Tentu juga di setiap dan di segala bangsa diharapkan damai natal ini
dirasakan. Maka acara yang tidak kalah pentingnya juga dirayakan di
panti-panti asuhan, panti jompo dan LP (Lembaga pemasyarakatan)
supaya suasana natal juga dirasakan bersama.
Yang menjadi puncak perayaan natal ialah misa natal. Misa natal pada
awalnya dirayakan pukul 24 pada tanggal 24 Desember tetapi karena
alasan banyaknya umat yang hadir maka Gereja menyelenggarakan misa
lebih awal supaya dapat merayakan misa malam natal dua kali atau
lebih. Arak-arakan kanak-kanak Yesus dan doa di depan gua menjadi
tanda kelahiran Kristus. Dan inilah tandanya bagimu: kamu akan
menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain lampin dan berbaring di
dalam palungan (Luk 2:12). Lagu Holly Night atau Malam Kudus
menebarkan kesucian sehingga malam itu sungguh terasa kudus. Ada
begitu banyak juga misa natal dengan berbagai inkulturasi, bahasa
daerah menambah warna perayaan ekaristi malam natal lebih meriah dan
menyentuh.
Demikianlah suasana natal yang pada awalnya sunyi dan senyap karena
kelahiran Juru Selamat namun oleh kabar malaikat kepada gembala
membuat suasana sukacita dan penuh kegembiraan: “Jangan takut, sebab
sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh
bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus,
Tuhan, di kota Daud.” (Luk 2:10-11). Suasana inilah yang dirasakan
umat kristiani ketika merayakan natal: suasana damai. Natal memang
mempunyai sejuta pesona. Walau hari suci ini selalu cepat berlalu,
aku pasti akan selalu merindukanmu.
* * * |