sejarahgereja awlgereja uskupbogor apostlcbgr homeindex

 

Administrator Apostolik Untuk Bogor

Pada tanggal 5 Juni 1993 Mgr. Ignatius Harsono Pr mengajukan surat pengunduran diri sebagai Uskup Bogor kepada Bapak Suci. Permohonannya dikabulkan pada tanggal 17 Juli 1993 melalui pengumuman resmi dari Vatican dan dibacakan di semua gereja paroki di Keuskupan Bogor. Selanjutnya penggembalaan umat dipimpin oleh MGR. LEO SOEKOTO SJ, Uskup Metropolit Jakarta, yang sekaligus ditunjuk menjadi ADMINISTRATOR apostolik AD NUTUM SANCTAE SEDIS untuk Keuskupan Bogor. Untuk tugas-tugas harian beliau dibantu oleh MGR. VALENTINUS KARTOSISWOYO PR (Sekretaris Eksekutif KWI) sebagai Vikjen.
Ketika Mgr. Leo Soekoto SJ memimpin Keuskupan Bogor inilah dibentuk pengurus Yayasan Yatna Yuana yang baru. DOKTER MARYONO dipercayakan untuk memimpin Yayasan pengelola RS Misi Lebak dan Panti Asuhan Santo Yusuf ini. Pengurus baru inilah yang diminta untuk segera menyelesaikan kemelut dalam pengelolaan Rumah Sakit Misi Lebak. Setengah tahun kemudian dideklarasikanlah pendirian PAROKI SANTO MATIAS CINERE pada tanggal 27 Januari 1994. ROMO AGUSTINUS SUYATNO PR ditunjuk sebagai pastor parokinya.

Pater WIM HOFSTEEDE OFM yang menjadi Rektor Seminari Tinggi di Bandung pada bulan Juni digantikan oleh Romo STEPHANUS MARIA SUMARDIYO ADI PRANOTO PR. Tanggal 8 Juli 1994 diterima kabar bahwa Pater Hofsteede meninggal dunia di Jerman pada waktu cuti ke Negeri Belanda. Limabelas bulan lamanya, secara maraton dan tanpa kenal lelah, Administrator Apostolik yang sudah tua dan sakit-sakitan ini mengunjungi paroki-paroki, lembaga-lembaga dan seminari-seminari yang ada di Keuskupan Bogor. Ada begitu banyak pekerjaan yang dituntut oleh mereka agar segera diselesaikan oleh sang Administrator.