|
LAHIRNYA BANYAK GERAKAN AWAM
Sebagai seorang Sosiolog, Uskup
Harsono melihat kehidupan sebagai hasil korelasi antara berbagai
manusia. Setiap manusia bisa berkembang kalau terbina relasi yang baik
antara yang satu dengan yang lain. Oleh karenanya, setiap orang, setiap
pribadi, setiap komunitas/kelompok, setiap kongregasi yang berniat baik,
diberikannya kesempatan untuk berkembang di Keuskupan Bogor ini. Beliau
ingin mewarnai Keuskupan Bogor dengan pelangi yang indah di balik gunung-gemunung
yang menjulang tinggi.
Kerasulan MARRIAGE ENCOUNTER
sejak tahun 1979 diberi peluang untuk berkembang mendampingi para
pasutri. Gerakan ini masuk Jakarta pada tahun 1975, ketika beberapa tokoh
ME dari Belgia diundang oleh Mgr. Leo Soekoto SJ untuk
mendampingi week-end para pasutri. Selain itu, ada Gerakan PERSEKUTUAN
DOA KARISMATIK KATOLIK, yang diizinkan mengembangkan sayap di paroki-paroki
sejak tahun 1980. Sebenarnya pada tahun 1975 gerakan Karismatik telah
dirintis kelahirannya oleh Alm. Pater MA’MUN MUCHTAR OFM
dan Sr. LAETITIA RGS. Di Jakarta pada bulan Mei 1976,
Mgr. Leo mengundang Pastor J. O’Brien SJ dan Pastor H. Schneider
SJ dari Manila untuk mengadakan Seminar Hidup Baru dalam Roh. Tak lama
kemudian Bapak R. ABDISA bersama beberapa umat di Jakarta membentuk P-3-S,
yang dengan cepat berkembang pula ke Keuskupan Bogor.
Pada awal dasawarsa sembilan puluhan, beberapa tokoh
cendekiawan Katolik yang dimotori oleh BR.
ADI BM mencoba menggerakkan kembali ISKA
(Ikatan Sarjana Katolik). KELOMPOK
BELADIRI THS/THM boleh tumbuh dan berkembang, bahkan ditawarkan
untuk membuka sebuah padepokan untuk membina kaum muda di Keuskupan Bogor.
Kelompok ini memulai kegiatannya DI SUKASARI pada tahun 1991, kemudian
meluas ke paroki-paroki Sukabumi, Cianjur, Katedral, dan Depok.
Para suster dari INSTITUT SEKULAR ALMA
dan ROSA MISTICA pun turut menyumbang tenaga di kota
Bogor dan Serang. ROMO YOHANES INDRAKUSUMA O.CARM bersama 12 orang fraternya
dari Malang mulai membuka komunitas biara baru: ‘Pertapaan
CSE Shanti Bhuana’ di Cikanyere, Cipanas, mulai
tanggal 14 Desember 1988. Bahkan dua tahun kemudian, tepatnya pada hari
Pentakosta, 3 Juni 1990, kelompok CARMELITAE
SANCTI ELIAE (CSE) ini diresmikan oleh Mgr.
Ignatius Harsono Pr sebagai ASSOCIATIO. Beberapa
tahun kemudian, pelayanan kelompok ini di Cikanyere dilengkapi dengan
hadirnya para SUSTER PUTRI KARMEL, yang sejak 30 Desember 1995 diizinkan
oleh Uskup Michael untuk menetap di Biara Santa Imelda, kompleks Pondok
Remaja Lembah Karmel, Cikanyere.
|