|
KEADAAN DAN PEMELIHARAAN LINGKUNGAN
HIDUP
Dalam wilayah Keuskupan Bogor terdapat
banyak obyek wisata, baik
wisata pegunungan maupun wisata
bahari, yang cocok untuk beristirahat dan berekreasi. Kota
Bogor sendiri bahkan sejak zaman kolonial dinamai ‘Buitenzorg’.
Nama yang mengingatkan kita pada kedudukan Bogor sebagai tempat beristirahat
dan berekreasi. Di sekitar Bogor ada wisata
pegunungan (Gunung Salak, Gede, dan Pangrango), maupun wisata
alam (Kebun Raya Bogor, Kebun Teh Gunung Mas, Kebun Buah Mekarsari
Jonggol, Taman Safari, dan Kawasan Puncak). Di Cianjur banyak
obyek wisata menarik, seperti Kebun Teh, Taman Bunga Nasional, Kebun Raya
Cibodas dan Cipanas. Di Sukabumi kita dapat menikmati
panorama Gunung Pangrongo dari sisi yang lain ataupun panorama Pegunungan
Pesisir Pantai Selatan dan Pelabuhan Ratu. Sedangkan ke arah barat
di propinsi Banten dapat ditemui Taman Nasional Ujung Kulon dengan
species badak bercula satunya, Wisata Gunung Krakatau, dan wisata pantai
di sekitar Labuan, Anyer, dan Merak (Tanjung Lesung, Carita, Karang Bolong,
dan Florida). Seharusnya, kekayaan wisata di atas dapat mengangkat taraf
hidup masyarakat Sunda dan Banten, namun dalam kenyataan kita lihat betapa
sedikitnya masyarakat setempat yang mendapat kesempatan dan manfaat untuk
hidup baik.
Pembangunan fisik, seperti pemukiman-pemukiman
baru dan industri yang demikian pesat dan tak terkendali telah membawa
kerusakan lingkungan yang cukup parah dan mengancam kedudukan sebagian
wilayah ini sebagai kawasan hijau dan daerah resapan air. Sawah-ladang
hijau telah berubah menjadi ‘hutan-beton’ hanya dalam tiga
dasawarsa. Ekosistem lingkungan menjadi rusak dan membahayakan kehidupan
di masa yang akan datang. Selain itu. pembangunan fisik tersebut membawa
pula perubahan dalam pola hidup masyarakat dari yang bersifat agraris
ke pola hidup modern dengan akibat nilai-nilai tradisional pun ikut tergeser
pula.
|