|
Pelayanan Kategorial
Bersamaan dengan berkembanganya paroki-paroki,
pelayanan terhadap UMAT KELOMPOK KATEGORIAL
juga mendapat perhatian istimewa. Kelompok GURU-GURU INPRES, yang sebagian
besar berasal dari Maluku dan Jawa Tengah, mendapat pelayanan rutin
dari Pater G.W.J. RUIJS OFM dan PP
Sosek KB. Secara berkala mereka dikumpulkan di rumah retret
Cibadak dalam acara bersama, yang tentunya sangat berguna untuk memperteguh
iman mereka yang dengan setia turut menjadi tanda kehadiran Gereja dalam
pelayanan terhadap sesama di pelosok-pelosok. Pendampingan guru-guru
inpres ini berlangsung sampai paruh pertama dasawarsa delapanpuluhan.
Beberapa frater Seminari Tinggi Praja di Bandungpun turut dilibatkan dalam
pendampingan ini.
Kelompok buruh di sekitar Cibinong juga mendapat pembinaan
pastoral dari pihak pimpinan Keuskupan, melalui PP Sosek KB, yang dalam
era 70 dan 80-an sangat berperanan dalam usaha MENGEMBANGKAN
SUMBER DAYA MANUSIA, di tempat-tempat tertentu dalam wilayah
Keuskupan ini. Berkembangnya industri di sekitar Cibinong membawa dampak
bagi perlunya pendampingan pastoral kategorial khusus. Mengapa? Karena
di tempat-tempat seperti inilah ‘nasib’ kaum buruh, yang umumnya
berasal dari daerah, sangat rentan terhadap kemungkinan mendapat perlakuan
sewenang- wenang.
Kelompok MUDA MUDI KATOLIK dibangkitkan
kembali setelah tertidur hampir satu dasawarsa lamanya. Organisasi PMKRI
masih berjalan tertatih-tatih, namun Pemuda Katolik yang tampil gagah
pada tahun 60-an di Bogor kini tinggal kenangan. Pater G.W.J. Ruijs OFM
bersama beberapa pemuda dan mahasiswa mencoba menyadarkan kembali kaum
muda katolik di Keuskupan Bogor ini tentang pentingnya belajar berorganisasi.
Tonggak awal kebangkitan tersebut ditandai oleh peresmian berdirinya MUDIKA
KEUSKUPAN BOGOR dalam Musyawarah Muda-mudi Katolik se
Keuskupan Bogor di Sindanglaya pada tanggal 11-13 Desember 1977.
Begitu juga PMKRI diajak untuk bangkit kembali menjadi wadah para mahasiswa
menggembleng ketajaman visinya terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Walaupun lambat, namun toh terasa ada denyut kehidupan yang dialirkan
dari markas mereka di Marga Putra dan Marga Putri, Jalan Riau Bogor.
|