sejarahgereja awlgereja uskupbogor apostlcbgr homeindex

 

Banten: Rangkasbitung Dan Serang

Keadaan paroki-paroki kecil di daerah Banten pada permulaannya memang agak berlainan. Pada tanggal 12 Oktober 1933, PATER LUNTER ditunjuk untuk menetap di Rangkasbitung. Di sana sudah ada suster-suster FMM, yang sejak 19 Maret 1933 bekerjasama dengan ‘Persatuan Pengusaha Perkebunan Lebak’ menyelenggarakan sebuah rumah sakit kecil dan sederhana untuk melayani penduduk Rangkasbitung dan sekitarnya. Dibangun pula sebuah gereja kecil, yang kemudian diberkati oleh pater provinsial Caminada pada tanggal 19 Desember 1933, dua hari setelah peletakkan baru pertama biara Klaris di Cicurug.

Di Serang, baru dalam tahun 1939 PATER HEITKÖNIG menetap selaku Pastor Tetap yang pertama. Sebelumnya, tempat ini hanya dikunjungi secara berkala oleh pastor dari Batavia, yang rupanya telah menanganinya sungguh-sungguh. Jumlah umat katolik di sana berkisar antara 20-30 orang. Tetapi paroki ini, yang kemudian diberi gelar Kristus Raja, rupanya dipandang harus juga ‘bersemangat pamor kerajaan’. Maka pada tahun 1937, dibelilah sebuah rumah tua yang besar, yang terletak di dekat alun-alun. Rumah itu berdiri di samping rumah kediaman Residen Banten, penguasa tertinggi daerah Banten pada waktu itu. Rumah itu digunakan sekaligus sebagai pastoran, gereja, dan gedung pertemuan katolik. Bahkan pada tahun 1939 rumah itupun difungsikan sekaligus sebagai sekolah. Berkat usaha yang gigih dari dua orang suster FMM dan dua orang ibu protestan, sekolah yang sederhana itu masih dapat juga bernaung di sana.