sejarahgereja awlgereja uskupbogor apostlcbgr homeindex

 

Cianjur Dan Pedalaman Jawa Barat

Tempat ketiga, yaitu Cianjur, keadaannya agak lebih baik. Pater HOEVENAARS SJ menangani tempat itu melalui pola kerja dasar yang sudah dikenal di mana-mana. Dengan bantuan terbatas dari sekelompok kecil umat katolik yang hidupnya sangat sederhana, dan didukung oleh bantuan para pengusaha perkebunan setempat, pada tahun 1931 dibangunlah sebuah gereja kecil di Cianjur. Setelah Cianjur diserahkan kepada pater-pater Fransiskan, mereka lantas mendirikan sebuah pastoran, yang mulai didiami pada 1933 oleh pater Y. POSTMA OFM, mantan misionaris fransiskan di Tiongkok.

Pembukaan stasi-stasi tetap di pedalaman Jawa Barat merupakan ‘orde baru’ dalam karya misi, yang sampai waktu itu agak terbatas di kota-kota saja. Tokoh pendobraknya adalah Pastor TOON CREMERS, yang dengan ketajaman visi serta keberaniannya mengambil keputusan dan tindakan tepat terhadap masalah yang pada waktu itu memang sulit terpecahkan. Golongan Katolik Eropa meminta hampir seluruh perhatian dan tenaga para misionaris, sehingga golongan Timur, Asli, maupun Asing, boleh dikatakan kurang diperhatikan.