|
Visi dan Misi Keuskupan Bogor yang telah diuraikan di atas, akan diwujudkan dengan
menela- dan hidup Jemaat Gereja Perdana pada masa awal Gereja. Jemaat Gereja Perdana menyadari bahwa mereka diutus menjadi saksi Yesus Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah sampai ke ujung bumi. Jemaat Perdana itu hidup bersatu sebagai "persekutuan" orang beriman kepada Yesus Kristus. Mereka disukai semua orang karena persekutuan, persaudaraan, kebersamaan mereka, karena mereka saling melayani dalam kasih, tekun dalam doa bersama dan pemecahan roti serta melaksanakan tugas perutusan mereka dengan setia.
Sidang Sinode yang berlangsung pada tanggal 21-25 Oktober 2002 mencoba untuk
menam- pung, mengolah, dan mengevaluasi berbagai masukan yang diberikan oleh
kelompok - kelompok umat sejak awal sosialisasi sinode pada tahun 2001. Selain itu, Sidang Sinode juga ingin
mengajak seluruh komponen Gereja di Keuskupan Bogor (Kaum Awam, Hidup Bakti, dan Klerus) ini untuk melakukan sesuatu demi terwujudnya visi dan misi yang telah disusun. Ada beberapa hal penting (Key Result Areas) yang harus dilakukan bersama ke depan, yaitu:
|
- Membentuk tim untuk menindaklanjuti hasil Sinode 2002 dalam rangka membangun Komunitas Basis menuju Gereja yang
Merasul.
- Peningkatan mutu para pelaku(Awam, Lembaga Hidup Bakti, dan
Klerus)
- Peninjauan kembali karya-karya di Keuskupan untuk memastikan relevansi dan
kesesuaiannya dengan visi dan
misi.
- Pengenalan dan pemahaman adat kebudayaan Sunda, Banten, dan Betawi, serta agama Islam maupun agama-agama lain, agar terwujud dialog kehidupan dan kerja sama yang
baik.
- Penataan kembali organisasi dan penerapan manajemen pastoral yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan
zaman.
- Menyiapkan dan mendayagunakan sarana dan prasarana yang memadai untuk
ber- pastoral, misalnya: Adanya Tim Pastoral, memanfaatkan Iptek dan Telematika secara optimal, Pedoman Kerja bagi
Komisi - komisi dan Paroki - paroki.
|
|
|