Allah berkehendak menyelamatkan manusia tidak
secara terpisah - pisah, melainkan dalam hubungan satu dengan yang lain
sebagai
umatNya (Bdk. LG.9). Dalam Kristus, Gereja bagaikan
Sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra
dengan Allah dan
kesatuan seluruh umat manusia (Bdk. LG.1).
Dengan hidup, karya dan pewartaan Kerajaan Allah, Kristus mendirikan Gereja dan mengutus
Gereja untuk meneruskan dan menghadirkan karya perutusan-Nya (Bdk. LG.5, 48; AG.5; UR.2). Dengan
wafat dan kebangkitan-Nya, Kristus
menjadikan Gereja sebagai mempelai dan Tubuh-Nya (Bdk. LG.7,9,39,48),
membentuk umat Allah yang baru (Bdk. LG.9; PO.12), dan memberikan
anugerah - anugerahNya sesuai dengan kebutuhan pelayanan demi kesejahteraan Gereja
(Bdk. I Kor.12:11).
Dengan pembaptisan, kita diangkat menjadi
anggota - anggota Tubuh Kristus, dibangun sebagai umat Allah, yang dengan cara kita
masing - masing mengambil bagian dalam tugas Kristus sebagai Imam, Nabi dan Raja (Bdk. KHK Kan. 204). Kita semua telah dibaptis
dalam satu Roh, menjadi satu Tubuh (Bdk I Kor. 12:13), dan sebagai umat Allah.
|