ARAH DASAR KEUSKUPAN BOGOR
HASIL SINODE 2002

Utama | Pendahuluan | Nilai-Nilai & Tantangan | Visi & Misi | Kebijakan PastoralPenutup
PENDAHULUAN
Gereja adalah tanda & sarana keselamatan
Tugas Pelayanan Gereja
Komunitas Basis:
Cara baru menggereja

Allah berkehendak  menyelamatkan  manusia  tidak  secara terpisah - pisah, melainkan dalam hubungan satu dengan yang  lain  sebagai  umatNya  (Bdk. LG.9).  Dalam Kristus,  Gereja  bagaikan Sakramen, yakni  tanda  dan  sarana   persatuan  mesra  dengan  Allah  dan  kesatuan  seluruh  umat  manusia (Bdk. LG.1). 

Dengan hidup, karya dan pewartaan Kerajaan Allah,  Kristus mendirikan Gereja dan mengutus  Gereja  untuk  meneruskan  dan  menghadirkan  karya perutusan-Nya (Bdk. LG.5, 48; AG.5; UR.2). Dengan  wafat  dan kebangkitan-Nya, Kristus  menjadikan Gereja sebagai  mempelai  dan Tubuh-Nya (Bdk. LG.7,9,39,48),  membentuk  umat Allah yang baru (Bdk. LG.9; PO.12), dan  memberikan  anugerah - anugerahNya sesuai dengan kebutuhan pelayanan demi kesejahteraan Gereja (Bdk. I Kor.12:11).

Dengan pembaptisan, kita diangkat menjadi anggota - anggota Tubuh Kristus, dibangun sebagai umat Allah, yang dengan cara kita masing - masing mengambil  bagian  dalam  tugas Kristus sebagai Imam, Nabi dan Raja (Bdk. KHK Kan. 204). Kita semua telah dibaptis dalam satu Roh, menjadi satu Tubuh (Bdk I Kor. 12:13), dan sebagai umat Allah.