MGR. LEO SOEKOTO SJ. (Alm.)

Mgr. Leo Soekoto SJ lahir pada tanggal 23 Oktober 1920 di Desa Jali, Kelurahan Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masa pendidikan yang paling awal dimulai pada H.I.S. (Sekolah Dasar) di Kidulloji Yogyakarta. Di H.I.S. inilah mulai bersemi keinginan untuk menjadi gembala umat. Keinginan tersebut mulai dirintis dengan mempersiapkan dirinya setamat dari H.I.S. Persiapan ini memerlukan waktu cukup panjang dan ketabahan. Mula-mula ia masuk Seminari Menengah di Jalan Code (sekarang Jalan Abubakar Ali) Yogyakarta selama 6 tahun.

Setamat Seminari Menengah, masuk Serikat Jesus (SJ). Sebenarnya tahun 1943 sudah ada keinginan masuk Novisiat SJ di Girisonta, tetapi keadaan waktu itu tidak mengizinkan karena tahun itu masuknya penjajahan Jepang di Indonesia. Karena itulah ia mulai dengan studi filsafat lebih dulu di Seminari Tinggi dan baru pada tanggal 7 September 1945 masuk Serikat Jesus di Girisonta. Masa Novisiatnya selesai pada tanggal 7 September 1947. Selama tahun 1947-1949 dijalaninya masa yuniorat dan studi filsafat tahun terakhir. Pada tahun 1950 diperoleh kesempatan untuk belajar teologi di Maastricht, Nederland selama empat tahun. Keinginannya untuk menjadi gembala umat Allah terwujud dengan pentahbisannya menjadi Imam SJ di Maastricht, Nederland pada tanggal 22 Agustus 1953.

Setelah ditahbiskan ia masih harus menye-lesaikan tahun terakhir studi teologi dan masa Novisiat tahun ketiga. Tahun 1955 dilanjutkanlah studinya di Universitas Gregoriana Roma, di bidang moral. Karyanya sebagai gembala umat Allah baru dirintis pada tahun 1958 ketika ia kembali ke Indonesia. Kemudian pada tahun 1960 ia ditunjuk sebagai mahaguru teologi moral dan hukum Gereja di Seminari Tinggi Yogyakarta. Dua tahun kemudian tepatnya tanggal 29 Juni 1962, ditunjuk menjadi Rektor Seminari Tinggi Yogyakarta, yang kini bernama Institut Filsafat-Teologi. Jabatan tersebut dipegangnya selama empat tahun.

Tanggal 15 November 1966 ia diangkat menjadi Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta. Waktu itu yang menjadi Uskup adalah Mgr. A. Djajaseputra SJ. Tanggal 25 November 1967 diangkat menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta merangkap Pastor Paroki Blok B Kebayoran Baru. Jabatan inipun hanya dipangkunya selama kurang lebih dua tahun. Tanggal 25 Mei 1970 diterima pemberitahuan dari Sri Paus mengenai pengangkatannya menjadi Uskup Agung Jakarta. Pada tanggal 1 Juli 1970 mulailah tugasnya sebagai Uskup Agung Jakarta dan baru pada tanggal 15 Agustus 1970 Romo Leo Soekoto SJ ditahbiskan menjadi Uskup Agung Jakarta, oleh Bapak Kardinal Justinus Darmojoewono di Istora Senayan Jakarta.

Pada tanggal 17 Juli 1993 tugas penggembalaannya sebagai Uskup semakin berat. Bapak Suci menunjuknya sebagai Administrator Apostolik ad Nutum Sanctae Sedis untuk Keuskupan Bogor. Tugas rangkap dua Keuskupan ini dijalankannya sampai tanggal 23 Oktober 1994, saat Uskup Bogor yang baru, Mgr. Michael Angkur OFM, ditahbiskan untuk mengisi tahta Katedral Bogor. 

Setelah pensiun dari tugasnya sebagai Uskup Agung Jakarta tanggal 10 November 1995, Mgr. Leo mengisi hari-hari tuanya di Girisonta Jawa Tengah. Pada tanggal 30 Desember 1995 ia menghadap Bapa di Surga untuk menerima Mahkota Abadi atas segala pengabdiannya bagi Gereja di Indonesia. 

(Agustinus Surianto, Pr., sumber: Kenangan Panca Windu Imamat Mgr. Leo Soekoto SJ 1993).